Batal Cerai, Marshel Widianto Rela Rugi Rp15 Juta Demi Cesen
Pasang surut kehidupan pernikahan selebritas kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, fakta mengejutkan datang dari pasangan komika Marshel Widianto dan istrinya, Cesen eks JKT48. Di balik kemesraan yang kerap ditampilkan di media sosial, rumah tangga mereka ternyata pernah menyentuh fase paling kritis.
Dalam sebuah kesempatan terbaru, pasangan ini secara terbuka mengungkapkan bahwa hubungan mereka sempat berada di ujung tanduk. Konflik yang terjadi bukan sekadar pertengkaran biasa, melainkan telah mencapai tahap di mana kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri pernikahan.
Keseriusan niat untuk berpisah tersebut dibuktikan dengan langkah hukum yang telah mereka tempuh. Marshel membeberkan bahwa mereka berdua sempat menyewa jasa pengacara untuk memproses administrasi perceraian. Tahapan ini menandakan bahwa situasi domestik mereka kala itu sudah sangat dingin dan minim komunikasi.
Baca Juga: Marshel Widianto Kenang 7 Hari Kepergian Mpok Alpa: Tangisnya Masih Ada Nina...
Namun, drama rumah tangga ini berakhir dengan plot twist yang melegakan. Di saat proses legal hampir rampung, keduanya justru memutuskan untuk membatalkan perceraian. Keputusan rujuk ini tentu membawa konsekuensi finansial yang tidak sedikit bagi sang komika.
Marshel mengungkapkan bahwa ia harus merogoh kocek belasan juta rupiah sebagai biaya kompensasi atas pembatalan jasa hukum yang sudah berjalan. Hal ini ia sampaikan saat menjadi bintang tamu di program Rumpi No Secret pada Kamis (25/12).
Baca Juga: Marshel Widianto Hapus Video Bela Polisi, Gara-gara Jerome Polin?
"Kita bayar pembatalan pengacara Rp15 juta, sayang. Serius, asli ini," ujar Marshel memberikan konfirmasi mengenai harga yang harus dibayar demi mempertahankan keutuhan rumah tangganya.
Menurut Marshel, pada puncak konflik, komunikasi antara dirinya dan Cesen benar-benar buntu. Kehadiran pihak ketiga dalam kapasitas hukum dianggap sebagai satu-satunya solusi logis untuk menyelesaikan masalah yang berlarut-larut tersebut.
Marshel Widianto [Sumber: Instagram]
Bahkan, interaksi mereka dengan tim kuasa hukum sudah sangat intens. Marshel menggambarkan situasi saat itu di mana mereka kerap memantau perkembangan proses administrasi melalui pesan singkat kepada pengacara, memastikan apakah perceraian tersebut jadi dilaksanakan atau tidak.
Lantas, apa yang memicu keretakan hubungan pasangan muda ini? Cesen memberikan perspektifnya mengenai akar permasalahan. Miskomunikasi dan krisis kepercayaan menjadi faktor dominan yang memperkeruh suasana rumah tangga mereka.
Mantan member grup idola tersebut mengaku memiliki intuisi yang tajam terkait gelagat pasangannya. Rasa curiga yang muncul sering kali terbukti benar melalui temuan-temuan kecil yang ia dapati, terutama yang bersumber dari gawai milik suami.
"Biasanya mimpi yang sama berulang, feeling, atau tiba-tiba Tuhan bantu lewat HP-nya yang lupa dia kunci atau sekedar notif yang nggak sengaja kita baca," ungkap Cesen. Ia bahkan mengistilahkan dirinya memiliki insting selayaknya "dukun" karena keakuratan firasatnya.
Meski demikian, titik balik hubungan mereka justru terjadi melalui momen yang sangat sederhana dan manusiawi. Di tengah ketegangan yang melanda, sebuah gestur perhatian kecil mampu meruntuhkan ego masing-masing.
Momen rekonsiliasi bermula saat Cesen jatuh sakit. Melihat kondisi istrinya yang sedang tidak bugar, Marshel berinisiatif memberikan perawatan tradisional dengan cara mengeroki punggung sang istri. Interaksi fisik yang penuh perhatian ini menjadi jembatan komunikasi yang ampuh.
Marshel Widianto Dan Cesen [Sumber: Instagram]
Marshel mengakui bahwa momen tersebut menjadi sarana pembelajaran yang berharga baginya. Ia menyadari bahwa di balik konflik yang memanas, rasa sayang dan kepedulian terhadap pasangan masih sangat besar.
"Kaget aku ngerokin, kalau migrain aku tahu ternyata di sini dikerokin. Ini tahun belajar banget sih," tutur Marshel.
Kini, badai rumah tangga tersebut telah berlalu. Marshel dan Cesen berkomitmen untuk memulai lembaran baru dan memperbaiki pola komunikasi mereka. Keseriusan Marshel untuk berubah juga dituangkan dalam sebuah pernyataan emosional yang menyentuh.
Ia menegaskan dedikasinya kepada Cesen dengan sebuah janji setia, bahkan jika harus melintasi kehidupan yang berbeda. Ungkapan ini menjadi simbol kuatnya keinginan Marshel untuk mempertahankan keluarga kecilnya.
"Jika reinkarnasi itu memang ada, aku mau 126 kali aku hidup mati hidup mati, tapi aku tetap cari kamu dan hidup bersama kamu. Love you to the moon and back," pungkas Marshel.