Anji Ungkap Tradisi Ulang Tahun Bertiga Kini Tinggal Kenangan Usai Kepergian Ibunda
Duka mendalam tengah menyelimuti penyanyi Anji setelah sang ibunda tercinta, Siti Sundari binti Mitrodihardjo meninggal dunia pada Kamis (26/3/2026).
Di balik kepergian almarhumah, ternyata ada fakta menyentuh sekaligus menyedihkan tentang ikatan tanggal lahir yang unik di keluarga mereka.
Anji mengungkapkan bahwa dirinya, sang ibu, dan putra sulungnya, Saga, memiliki tanggal lahir yang sama persis. Selama ini, momen tersebut selalu dirayakan bersama setiap tahun sebagai kebahagiaan kecil bagi keluarga mereka.
Baca Juga: Sudah Cerai, 4 Artis Rayakan Lebaran dengan Mantan Demi Anak
“Dan satu hal, bukan fun fact tapi sad fact, Mama, Anji, dan Saga itu tanggal lahirnya sama. Setiap tahun kami selalu merayakan bertiga,” ujar Anji usai pemakaman sang ibunda, Jumat (27/3/2026).
Namun mulai tahun ini, tradisi itu harus berubah. Anji menyadari bahwa Saga kini harus menerima kenyataan bahwa perayaan ulang tahun mereka tidak lagi dilakukan bertiga.
Baca Juga: Biodata dan Agama Leticia Joseph, Anak Anji dan Sheila Marcia Juara 1 Gadis Sampul 2025
“Yang diingat Saga adalah bahwa mulai tahun ini kita merayakan ulang tahun hanya berdua. Nggak bertiga lagi,” katanya.
Anji bersama mantan istrinya, Wina Natalia. [Indopop/Raka]
Mantan istri Anji, Wina Natalia yang akrab disapa Minda, juga menambahkan cerita menyentuh di balik kelahiran Saga. Menurutnya, saat Saga lahir dulu, kehadirannya seperti hadiah istimewa bagi Anji dan sang ibunda.
“Waktu itu aku melahirkan seperti memberikan kado buat Mama sama Manji. Saga itu kadonya mereka,” ungkap Wina.
Kepergian sang nenek atau yang biasa disapa uti itu tentu memberikan dampak emosional yang cukup besar bagi Saga. Apalagi ia menyaksikan langsung momen kehilangan tersebut. Meski begitu, Anji menyebut putranya berusaha tetap tegar meski terlihat sangat sedih.
Keluarga Anji usai pemakaman sang ibunda. [Indopop/Raka]
Saga sendiri mengenang almarhumah sebagai sosok nenek yang sangat perhatian. Ia juga selalu mengingat kebiasaan sang nenek yang tak pernah lupa memberikan kado di hari ulang tahun mereka.
Saat ini, jenazah almarhumah telah dimakamkan di tempat peristirahatan terakhirnya di kawasan Bekasi, sesuai dengan wasiat mendiang.
Keluarga pun berusaha mengikhlaskan kepergian tersebut sebagai bagian dari takdir terbaik yang telah digariskan Allah SWT.