Zaskia Adya Mecca Geram atas Bencana Aceh Tamiang: Puas Kalian Menggundulkan Hutan?
Aktris sekaligus aktivis kemanusiaan Zaskia Adya Mecca tak tinggal diam melihat bencana yang melanda saudara-saudaranya di Aceh.
Pada Rabu (4/12/2025) malam, ia mendatangi langsung lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Kedatangannya bukan sekedar untuk berduka, tetapi juga untuk menyuarakan keprihatinan dan kemarahan yang mendalam atas akar tragedi tersebut.
Melalui unggahan di akun Instagramnya, Zaskia mengungkapkan kegeramannya setelah menyaksikan kondisi riil di lapangan.
Baca Juga: Rok Anak Terlalu Pendek, Zaskia Adya Mecca Sampai Ditegur Guru via Email!
Dengan emosi yang tersirat kuat dalam tulisannya, ia menuding eksploitasi alam dan perusakan lingkungan sebagai biang keradangan bencana.
“PUAS KALIAN YANG MENGGUNDULKAN HUTAN ?! Bisa tidur nyenyak? Bisa tenang baik-baik saja hatinya? Bahagia dengan harta yang kalian dapatkan dari itu semua?” tulis Zaskia dengan nada retoris yang menyayat.
Baca Juga: Daerah Banjir Aceh Tamiang Mencekam, Mayat di Mana-Mana, Tak Ada Makanan
Zaskia Adya Mecca Bersama Korban Bencana Di Aceh Tamiang. [Instagram]
Ia secara tegas menyoroti berbagai aktivitas yang diduga menjadi pemicu kerusakan ekosistem, seperti pembebasan lahan, pembakaran hutan, penebangan pohon, hingga aktivitas pertambangan. Menurutnya, keegoisan segelintir pihak kini dibayar lunas oleh penderitaan ratusan ribu masyarakat.
“Ratusan ribu masyarakat harus mendapatkan dampak besar dari keegoisan kalian semua: korban jiwa, hilang harta benda, luka-luka, terisolasi karena akses terputus, ancaman kelaparan di depan mata. Bantuan terasa sangat lambat!” keluhnya.
Zaskia juga mempertanyakan solusi dan proses pemulihan (recovery) jangka panjang. Ia menggambarkan satu contoh nyata yang ia saksikan: sebuah pesantren dengan hampir seribu santri yang halaman belakangnya seluas lima hektar penuh dengan lumpur padat dan bongkahan kayu besar.
Zaskia Adya Mecca Di Aceh Tamiang. [Instagram]
“Hancur semua! Siapa yang akan merapihkan? Membantu menyingkirkan semua bongkahan kayu? Membangunnya kembali? Titik-titik terdampak seperti ini banyak sekali, puluhan, bahkan ratusan,” paparnya.
Unggahan Zaskia ini dengan cepat menarik perhatian publik, memantik diskusi tentang pentingnya pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan keadilan bagi korban bencana.
Kedatangannya ke lokasi bencana dan kritik pedasnya dianggap sebagai bentuk kepedulian nyata yang melampaui sekadar kata-kata belasungkawa.
Tragedi banjir bandang di Aceh Tamiang sekali lagi mengetuk kesadaran tentang betapa rentannya daerah tersebut terhadap bencana hidrometeorologi, terutama ketika disertai dengan degradasi lingkungan.
Suara Zaskia Adya Mecca menyuarakan apa yang mungkin dirasakan banyak korban: bahwa bencana ini bukan semata-mata musibah alam, tetapi juga buah dari kelalaian manusia.