Virtual Gift Disorot, Publik Sebut DA7 Indosiar Bukan Cari Kualitas Tapi Mesin Penghasil Uang
Dangdut Academy (DA) 7, ajang pencarian bakat menyanyi dangdut yang ditayangkan oleh Indosiar ini telah memasuki babak puncak.
Selama tiga malam, Indosiar menayangkan babak grand final yang dimulai dari Grand Final I, pada Jumat (19/12/2025).
Kemudian Grand Final II, tayang Rabu (24/12/2025) dan Grand Final III atau Malam Kemenangan yang akan digelar Jumat (26/12/2025).
Baca Juga: Raih Virtual Gift Terbanyak di Grand Final I, Valen Juarai DA7 Indosiar?
Namun, di tengah keriuhan akan kebanggaan pada DA7 Indosiar yang difavoritkan ini, ada segelintir masyarakat yang menyoroti acara ini lebih jauh.
Khususnya pengiriman virtual gift, satu sistem yang diberlakukan oleh Indosiar pada para penonton untuk menjaga posisi idola dangdutnya tetap bertahan di panggung DA7, dengan cara mengirimkan koin yang telah dikonversikan ke nilai rupiah.
Baca Juga: Program Acara Indosiar Senin 22 Desember 2025, DA7 Rangkum Penampilan Terbaik dari Tasya
Virtual gift ini bernilai fantastis, dari yang bernilai puluhan juta hingga ratusan juta. Dan sistem ini merupakan pengganti SMS sebagai bentuk dukungan kepada para idola dangdut agar tidak tersenggol.
Namun menurut sebagian publik, virtual gift ini justru mencoreng kualitas DA7 Indosiar.
Tasya Di Da7 Indosiar Top 3 [Sumber: Instagram]Di mata mereka, ajang yang semula murni kompetisi untuk mencari talenta terbaik dan berkualitas dalam seni musik dangdut, kini tak ubahnya seperti mesin penghasil uang.
Pandangan dan opini publik tentang virtual gift yang sanggup menghasilkan miliaran rupiah hanya dalam semalam ini didasarkan pada show DA7 Result Top 3, yang digelar Rabu (17/12/2025), di mana kala itu Tasya, peserta dari Tangerang Selatan (Tangsel) yang seharusnya tersenggol tiba-tiba lolos ke babak berikutnya karena berada di posisi teratas perolehan virtual gift terbanyak.
Kala itu, total virtual gift yang didapatkan oleh Tasya diketahui sebanyak 94 juta koin, atau sekitar Rp2,02 miliar.
Disusul kemudian oleh Valen dari Pamekasan sebagai penerima virtual gift terbanyak kedua dengan jumlah Rp1,7 miliar.
Dan sebagai penerima virtual gift ketiga atau terbawah ada April dari Cirebon, dengan jumlah sebesar 73 juta koin atau Rp1,6 miliar.
Peringkat Perolehan Virtual Gift Da7 Indosiar Top 3 Result [Sumber: Instagram]Jika dijumlahkan, total dana yang didapatkan oleh Indosiar melalui virtual gift dalam satu malam diperkirakan mencapai Rp5,32 miliar. Angka yang menghebohkan untuk ajang pencarian bakat menyanyi dangdut, yang diperoleh hanya dalam waktu beberapa jam saja.
Perolehan jumlah dana yang fantastis itu tentu membuka peluang kenaikan pendapatan iklan secara drastis di luar pemasukan dari virtual gift DA7.
Dan komentar publik pun berdatangan, yang cenderung mengkritik cara Indosiar dalam memanfaatkan DA7 sebagai mesin penghasil uang, dengan jumlah yang bikin mata melotot hanya dalam hitungan jam.
Bagi sebagian publik, DA7 Indosiar bukan lagi ajang untuk pamer kualitas akan bakat yang dimiliki, tapi lebih ke arah persaingan finansial.
"Indosiar padahal sudah banyak iklan, tapi masih serakah dengan VG hingga rela menurunkan kualitas. Ke depan, kalau ada acara kompetisi yang mengharuskan kirim virtual gift, sebaiknya kompak jangan ada yang mengirim. Biar kualitas yang bersaing secara sehat," respons seorang warganet.
"Tidak profesional jika gift dijadikan tolok ukur kemenangan. Ini bukan prestasi, tapi yang berduit yang dikedepankan. Sama saja merusak marwah Indosiar, yang hanya sebatas cari untung, bukan mencetak penyanyi berprestasi," komentar warganet lainnya.
"Ini bukan lagi ajang pencarian penyanyi yang berkelas dan berkualitas, tapi ajang pencarian uang terbanyak. Wow, keren banget ya Tasya yang dapat uang sebanyak itu dalam hitungan jam, buset!" ujar warganet lainnya.