Gosip

Viral Dea Store Meulaboh, Klarifikasi Owner Toko Smartphone Mengejutkan

03 Maret 2026 | 20:42 WIB
Viral Dea Store Meulaboh, Klarifikasi Owner Toko Smartphone Mengejutkan
Karyawati konter smartphone Dea Store atau Dea Star. [TikTok]

Viralnya video penggerebekan diduga pasangan mesum di toko Dea Star Meulaboh (sebelumnya ramai dengan sebutan Dea Store Meulaboh), toko smartphone di Meulaboh, Aceh Barat, akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari Ketua Pemuda setempat.

rb-1

Kamarzan, Ketua Pemuda Gampong Panggong, dengan tegas membantah narasi yang beredar di media sosial dan menyebut informasi tersebut adalah hoaks.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul viralnya pemberitaan di berbagai platform seperti Instagram dan TikTok yang menyebutkan adanya penangkapan sepasang non-muhrim yang diduga hendak berbuat mesum di dalam toko smartphone pada Jumat (27/2/2026) dini hari.

Baca Juga: Kronologi Karyawati Dea Store Meulaboh Diarak Usai Kepergok Berduaan Bosnya saat Subuh

rb-2

Dalam klarifikasinya, Minggu (2/3/2026), Kamarzan didampingi oleh pemilik Toko Dea Star, yang sebelumnya ramai disebut "Dea Store", di media sosial, serta pihak terkait lainnya.

"Berita yang beredar menyebutkan adanya penangkapan dua orang yang diduga melakukan perbuatan mesum di dalam toko. Namun, faktanya saat kejadian di dalam toko terdapat lima orang, dan tiga orangnya merupakan keluarga," ujar Kamarzan sebagaimana dikutip dari akun Instagram @aceh.viral.

Baca Juga: Ini Identitas Perempuan di Video Dea Store Meulaboh, Kabarnya Berasal dari Medan

Klarifikasi Ketua Pemuda Gampong bersama Owner Dea Store atau Dea Star. [Instagram/aceh.viral]Klarifikasi Ketua Pemuda Gampong bersama Owner Dea Store atau Dea Star. [Instagram/aceh.viral]

Ia menjelaskan bahwa insiden yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB tersebut sebenarnya telah diklarifikasi pada hari yang sama dan dinyatakan selesai secara kekeluargaan.

Namun, narasi yang berkembang di media sosial dinilai telah mencoreng nama baik Gampong Panggong, serta merugikan pemilik Toko Dea Star Ponsel, Shopee Cell, dan admin toko yang bekerja di tempat tersebut.

“Kami sangat menyayangkan beredarnya informasi yang tidak benar dan sangat merugikan banyak pihak. Klarifikasi sudah dilakukan sejak awal kejadian dan permasalahan telah clear,” tegas Kamarzan.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang bersumber dari akun anonim atau tidak jelas identitasnya.

Klarifikasi Ketua Pemuda Gampong bersama Owner Dea Store atau Dea Star. [TikTok/acehworld times]Klarifikasi Ketua Pemuda Gampong bersama Owner Dea Store atau Dea Star. [TikTok/acehworld times]

Kamarzan juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terlebih di bulan suci Ramadan, agar terhindar dari penyebaran fitnah yang dapat merugikan orang lain.

“Semoga dengan klarifikasi ini, masyarakat dapat memahami bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar,” pungkasnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan publik dapat memperoleh gambaran yang utuh dan tidak lagi terpengaruh oleh narasi-narasi tidak bertanggung jawab yang sempat viral di media sosial.

Tag dea store meulaboh