Usai Pamer Panggul Beras, Zulhas Kepergok Abaikan Ajakan Salamam Warga Sibolga!
Sebuah potongan video yang beredar di platform TikTok memicu sorotan publik terhadap sikap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan usai menyalurkan bantuan beras bagi korban banjir di Sibolga, Sumatera Utara.
Dalam rekaman tersebut, terlihat Zulhas yang sebelumnya tampak akrab dengan warga, justru mengabaikan uluran tangan seorang pria yang menyapanya.
Video berdurasi singkat itu menunjukkan rombongan pejabat berjalan menyusuri jalanan di kawasan perkampungan yang terdampak banjir.
Baca Juga: Beda Gaya Zulkifli Hasan dan Jurnalis CNN saat Tinjau Korban Banjir di Aceh
Kondisi jalan tampak telah mengering, meski sisa-sisa lumpur masih terlihat di tepian. Zulhas terlihat melambai-lambaikan tangannya sambil berjalan cepat.
Dalam adegan yang menjadi sorotan, terdengar suara seorang pria yang mengenakan helm menyapa menteri tersebut berulang kali, "Ayo Pak Zulhas, Pak Zulhas."
Baca Juga: Fenomena Artis Kritik Pejabat Pencitraan Viral, Ada Komentar Luna Maya hingga Shireen Sungkar!
Zulhas Abaikan Salaman Warga. [TikTok]
Saat Zulhas melintas di samping pria tersebut, ia hanya menjawab singkat "Halo" tanpa menyambut tangan yang telah terulur.
Justru Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, yang berjalan di belakangnya, yang menyambut uluran tangan warga itu sambil berkata, "Sabar, sabar ya."
Ironisnya, pada video-video sebelumnya, Zulhas terlihat sangat ramah terhadap warga. Ia bahkan memanggul karung beras sendiri dan berjanji akan memberikan bantuan kepada seorang ibu yang kehilangan mata pencaharian akibat banjir.
Menteri Maman Abdurrahman Yang Terima Salaman Warga. [TikTok]
Video ini pun menuai beragam komentar pedas dari warganet. Sebagian besar mengkritik sikap Zulhas yang dianggap tidak konsisten.
"Nama nya juga pencitraan doang," tulis seorang warganet.
"Capek habis akting...," komentar warganet lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Zulkifli Hasan selaku Menko Perekonomian atau tim humas kementerian terkait video yang viral tersebut.