Usaha Epy Kusnandar dan Istri Diganggu Preman, Karina Ranau Tantang Balik!
Aktor senior Epy Kusnandar dan istrinya, Karina Ranau, kembali menekuni dunia kuliner dengan membuka usaha baru. Kali ini, pasangan tersebut menjual jukut goreng, sebuah hidangan sederhana khas Sunda. Namun dalam merintis bisnis baru ini, mereka harus diuji dengan kejadian tak mengenakkan.
Usaha yang berlokasi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, itu baru beroperasi selama beberapa hari. Kendati demikian, situasi tidak kondusif telah dialami oleh pemiliknya. Karina Ranau menjadi pihak yang paling merasakan dampak langsung dari gangguan tersebut.
Insiden ini terekam jelas dalam sebuah video yang diunggah Karina Ranau di akun Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, terlihat ketegangan antara Karina dengan beberapa orang yang diduganya merupakan oknum preman. Suasana yang memanas itu bahkan membuatnya tidak mampu menahan tangis.
Baca Juga: Epy Kusnandar Mendekam di Penjara Karena Narkoba, Tapi Merasa Healing
Pada rekaman yang beredar, konflik mulai terlihat ketika Karina bersitegang dengan seorang pria. Sumber ketegangan berasal dari seorang pria lain, yang diduga merupakan teman dari pria tersebut, yang meminta makanan dengan cara yang dianggap tidak sopan oleh Karina.
Dengan penuh emosi, Karina Ranau kemudian bersikeras menunjukkan rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) sebagai bukti. Hal ini ia lakukan karena pria yang diajaknya berbicara tersebut dinilai tidak mengakui bahwa pelaku yang semena-mena itu adalah temannya.
Baca Juga: Profil dan Agama Kang Gobang Pesinetron Preman Pensiun Meninggal Dunia
Karina pun meluapkan segala kekesalannya. Ia menyatakan kelelahannya menghadapi orang-orang dengan perilaku seperti itu. Pernyataannya ini diperkuat dengan penjelasan bahwa mereka membayar sewa tempat untuk usahanya, sehingga berhak berusaha dengan tenang.
“Kita juga pengen tenang di sini, baru menghitung hari udah digangguin. Capek kita,” ucap Karina dalam video tersebut.
“Kita bukan numpang di sini, ada di CCTV nih kelihatan orangnya. Bapak preman yang sopan dong, orang baru juga berjuang, baru berusaha digangguin,” tambahnya.
Epy Kusnandar [Instagram]
Karina Ranau bahkan menunjukkan sikap berani dan tegas dengan menantang oknum preman tersebut. Ia menyatakan kesiapannya untuk berhadapan dengan segala pihak guna menyelesaikan masalah ini.
“Jangan mentang-mentang preman, sini hadapi saya,” tantangnya.
Kemudian, Karina mengusulkan agar masalah ini dibahas bersama pihak berwenang. Ia meminta oknum tersebut kembali dan mengadakan pertemuan yang melibatkan Ketua RT, RW, hingga kepolisian setempat. Tujuannya jelas: agar mereka bisa tenang dalam menjalankan usaha.
“Besok deh berhadapan sama pak RT, RW, polisi biar kita tenang di sini. Dari tanggal 2 baru kita, cuma caranya itu kita nggak suka,” ujar Karina sambil terus menangis.
Di tengah ujian tersebut, Epy Kusnandar dan Karina Ranau berusaha untuk tetap tegar dan terus menjalankan usaha jukut goreng mereka. Dukungan pun mengalir dari berbagai pihak, terutama dari para pengikut di media sosial yang menyaksikan video kejadian tersebut.
Banyak warganet yang menyatakan keprihatinan dan rasa simpati mereka. Komentar-komentar dukungan bertebaran, mendorong pasangan suami-istri ini untuk tidak patah semangat dan terus berjuang menghadapi cobaan ini.
Tidak hanya sekadar memberikan dukungan moral, banyak netizen juga menyoroti akar permasalahannya. Insiden yang menimpa Epy dan Karina ini dianggap sebagai cerminan dari masalah klasik yang sering dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Epy Kusnandar [Youtube]
“Salah satu masalah kenapa umkm di Indonesia susah berkembang karna banyak premanisme dan parkir ilegal, sudah beberapa tahun tidak ada pemimpin yg berani berantas tapi malah dipiara,” tulis salah seorang netizen.
“Mirisnya msh banyak yg menormalisasi premanisme berkedok "uang keamanan",” sambung netizen lain.
“Permasalahan utama dari para pedagang UMKM di Indonesia itu ya premanisme,” timpal yang lain.
Sebelumnya, Epy Kusnandar dan Karina Ranau telah dikenal aktif dalam bisnis kuliner. Pada bulan Ramadan tahun lalu, pasangan ini sempat menjual takjil dan meraih kesuksesan yang signifikan. Usaha takjil mereka bahkan dilaporkan mampu meraup omzet hingga Rp15 juta dalam satu hari.