Tren 'Awas Ada Jule', Pemilik Kedai Buru-buru Tutup saat Julia Prastini Mau Beli
Nama Julia Prastini atau akrab disapa Jule tengah menjadi sorotan tajam di media sosial. Istri dari pria asal Korea, Na Daehoon, itu mendadak viral setelah isu perselingkuhannya mencuat ke publik. Foto-foto Jule bersama seorang pria bernama Safrie Ramadhan tersebar luas dan memicu berbagai reaksi warganet.
Dalam sejumlah unggahan yang beredar, Jule terlihat tidak mengenakan hijab dan tampak akrab bersama pria yang disebut sebagai selingkuhannya.
Tak butuh waktu lama, potret tersebut langsung menuai kritikan keras dari netizen yang merasa kecewa sekaligus geram dengan perilakunya.
Baca Juga: Jule Ngaku Selingkuh, Daehoon Fokus Urus Anak Bikin Terenyuh
Namun yang lebih menarik, kabar kontroversial ini justru melahirkan tren baru di media sosial. Berbagai konten kreatif dan parodi bermunculan menanggapi isu Jule.
Selebgram Jule Diduga Selingkuh 1
Salah satu yang paling ramai diperbincangkan adalah “Jule Effect”, istilah yang digunakan untuk menggambarkan sanksi sosial atau reaksi unik netizen terhadap sosok Jule.
Baca Juga: Video Lawas Na Daehoon Ragu Nikahi Jule karena Ekonomi Kembali Viral
Melansir dari akun Instagram @folkshitt, banyak pengguna media sosial membuat video parodi yang menirukan reaksi ekstrem terhadap kehadiran Jule.
Misalnya, adegan melempar sisa makanan seperti tulang sebagai bentuk sindiran terhadap isu perselingkuhan, hingga parodi pemilik toko yang langsung menutup usahanya ketika “Jule” datang berkunjung.
Pov Jika Toko Dikunjungi Jule Instagram
“Jule Effect! Semua orang yang jualan seketika tutup pas lihat Jule mau beli, sanksi sosial is ril,” tulis salah satu keterangan video yang viral di Instagram.
Fenomena “Jule Effect” ini kini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform, mulai dari TikTok hingga X (Twitter). Banyak yang menilai tren ini sebagai bentuk sanksi sosial digital, sementara sebagian lainnya menilai netizen terlalu berlebihan dalam bereaksi terhadap kehidupan pribadi seseorang.
Apapun pandangannya, satu hal pasti — kasus Julia Prastini bukan hanya soal isu perselingkuhan, tapi juga menunjukkan bagaimana cepatnya dunia maya membentuk opini dan tren budaya populer di era digital.