Teori One Piece 1172 Part 5: Dahsyat! Kekuatan Buah Iblis Loki Bikin Luffy Syok
Perjalanan Luffy dan kru Topi Jerami di Pulau Elbaf semakin memanas. Setelah serangkaian kejadian mengejutkan, One Piece Chapter 1172 diprediksi akan menjadi panggung unjuk kekuatan bagi Pangeran Terkutuk, Loki.
Berdasarkan bocoran dan analisis terbaru, chapter ini melanjutkan momen epik di mana Loki berhasil menumbangkan monster Drauger hanya dalam satu kali serangan. Kekuatan dahsyat ini bahkan membuat Luffy, sang Kaisar Lautan, terkesima melihat cara bertarung sang pangeran raksasa.
Analisis mendalam mengenai sumber kekuatan Loki menjadi sorotan utama. Terdapat perbedaan mencolok antara serangan petir dan serangan es yang dilancarkannya. Petir yang keluar dari palu legendaris bernama Ragnar diyakini murni berasal dari senjata tersebut, bukan dari kekuatan buah iblis.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1171 Part 8: Katakuri Mengamuk, Luffy Gear 5 Hadapi Monster Imu
Hal ini didasari fakta bahwa Loki pernah mengeluarkan petir saat kakinya masih dibelenggu oleh batu laut. Karena batu laut menonaktifkan kekuatan buah iblis, maka dipastikan elemen petir adalah kemampuan bawaan dari Palu Ragnar yang konon juga "memakan" buah iblis.
Sementara itu, serangan es yang membekukan Drauger disinyalir kuat berasal dari Buah Iblis Loki sendiri. Teknik yang digunakan bernama "Niflheim", sebuah referensi langsung pada dunia es dan kabut dalam mitologi Nordik.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1171 Part 9: Imu Murka, Rahasia 'D' di Elbaf Terkuak!
Jika teori ini benar, Loki diduga memakan Buah Iblis tipe Mythical Zoan. Kemampuan memanipulasi elemen alam ini memunculkan spekulasi bahwa Loki tidak hanya menguasai es, tetapi juga api primordial, merujuk pada dunia Muspelheim.
Ilustrasi Panel Manga One Piece Chapter 1172 [Sumber: Indopop]
Selain manipulasi elemen, Loki juga dikonfirmasi memiliki kemampuan untuk terbang menuju "Sun World". Indikasi ini memperkuat dugaan bahwa ia harus berubah ke wujud Zoan penuh atau hybrid untuk mencapai area tersebut.
Banyak penggemar berspekulasi mengenai model hewan dari buah iblis ini. Beberapa teori menyebutkan model Nidhogg atau tupai Ratatoskr yang terhubung dengan pohon Yggdrasil, mengingat koneksinya dengan mitologi bangsa Viking.
Fokus pertempuran di Chapter 1172 juga mengarah pada konfrontasi melawan Kesatria Dewa (Holy Knights). Loki memiliki dendam pribadi dan tujuan jelas untuk mengalahkan para penginvasi Elbaf tersebut, terutama sosok Gunko.
Namun, situasi menjadi rumit karena tubuh Gunko saat ini sedang diambil alih oleh Imu. Hal ini membuat pertarungan satu lawan satu menjadi mustahil bagi Loki. Diprediksi, Luffy akan turun tangan dan berduet dengan Loki untuk menghadapi ancaman level dunia ini.
Sementara itu, kru Topi Jerami lainnya seperti Zoro dan Sanji tidak akan tinggal diam. Sebelum mencapai para Kesatria Dewa, mereka harus menghadapi rintangan emosional berupa pertarungan melawan Dorry dan Brogy.
Kedua raksasa sahabat Topi Jerami tersebut diduga telah terkena teknik "Domversi" milik Imu, yang membuat mereka kehilangan kendali diri. Ini akan menjadi ajang pemanasan bagi Sayap Raja Bajak Laut sebelum duel sesungguhnya.
Ilustrasi Panel Manga One Piece Chapter 1172 [Sumber: Indopop]
Skenario pertarungan besar di Elbaf diprediksi akan mempertemukan Zoro melawan Saint Killingham. Di sisi lain, Sanji kemungkinan akan berduet dengan Scopper Gaban untuk menghadapi Saint Somers, mengingat Gaban memerlukan waktu pemulihan.
Aliansi antara Loki dan Luffy di Elbaf dianggap bukan sekadar kebetulan. Pertemuan dua pemilik buah iblis legendaris—Nika milik Luffy dan buah iblis misterius Loki—disebut-sebut sebagai takdir yang pernah ditakuti dan dicari oleh Rocks D. Xebec.
Kombinasi kekuatan ini dipercaya menjadi kunci utama untuk mengguncang Pemerintah Dunia. Meski memiliki darah bangsawan, Loki diprediksi tidak akan menjadi Raja Elbaf, melainkan bergabung ke dalam armada besar atau aliansi Bajak Laut Topi Jerami.
Sebagai latar belakang, pada chapter sebelumnya, ketegangan memuncak ketika Loki mengamuk dan meminta Hajrudin melepaskan borgolnya. Ia kemudian menyerang ayahnya sendiri, Harald, dengan kekuatan penuh yang mengandung elemen petir, menandai dimulainya kekacauan besar di negeri para raksasa tersebut.