Spoiler One Piece 1175 Part 8: Duel Sengit Dragon vs Imu di Marijoa, Rahasia Terungkap!
Pertempuran besar di dunia One Piece semakin mencapai puncaknya. Kabar terbaru mengenai spoiler One Piece 1175 Part 8 mengungkapkan kelanjutan bentrokan antara Pasukan Revolusi melawan Pemerintah Dunia di Marijoa, serta perkembangan situasi di Pulau Elbaf.
Fokus utama cerita kali ini tertuju pada Imu yang sedang mengendalikan tubuh Gorosei Warcury untuk menghadapi Monkey D. Dragon. Dilaporkan bahwa Imu membagi kesadarannya di dua tempat berbeda, yakni di Marijoa dan Pulau Elbaf, guna memastikan kendali penuh atas situasi yang sedang kacau.
Di Marijoa, Imu dilaporkan meningkatkan penggunaan kekuatannya hingga mencapai 30 persen di dalam tubuh Warcury. Peningkatan ini dilakukan setelah Imu melihat perlawanan sengit dari Pasukan Revolusi yang dipimpin langsung oleh Dragon.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1175 Part 6: Imu Kuasai Warcury, Dragon Terhempas!
Sebelumnya, Dragon sempat membuat para Gorosei kewalahan dengan aksi-aksi hebatnya. Namun, setelah Imu turun tangan langsung melalui tubuh Warcury, keadaan berbalik dan membuat pihak Pasukan Revolusi mulai terdesak.
Sabo, bersama pemimpin Lunaria dan sekutu kuat lainnya seperti Ivankov, Morley, dan Karasu, turut memberikan bantuan. Mereka mencoba melancarkan berbagai serangan terkoordinasi untuk menumbangkan kendali Imu pada tubuh sang Gorosei.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1175 Part 7: Kekuatan Mengerikan Loki Bangkitkan Amarah Imu
Meski dikeroyok, Imu yang berada dalam mode hybrid mampu bergerak dengan sangat gesit. Setiap serangan yang berhasil mengenainya dapat pulih seketika melalui proses regenerasi instan yang sangat cepat.
Dalam pertempuran tersebut, Imu menggunakan sebuah tongkat misterius yang dikeluarkan dari buku sihir. Tongkat ini berfungsi sebagai penyalur Haki yang sangat kuat, sehingga setiap hantamannya memberikan dampak kerusakan yang serius bagi lawan-lawannya.
Menariknya, Imu sempat memberikan komentar saat menghadapi serangan api dari ras Lunaria dan api biru Awakening milik Sabo. Imu menyebut bahwa api tersebut masih jauh lebih lemah dibandingkan dengan para leluhur Lunaria maupun pengguna Mera Mera no Mi di zaman kuno.
Ilustrasi Panel Manga One Piece Chapter 1175 [Sumber: Indopop]
Sabo menyadari bahwa kekuatannya saat ini masih belum mencapai level sempurna menurut penilaian Imu. Hal ini menandakan bahwa masih ada ruang bagi Sabo untuk berkembang lebih jauh di masa depan demi menyamai kekuatan pengguna api legendaris ratusan tahun lalu.
Melihat situasi yang semakin genting, Sabo sempat menanyakan kepada Dragon mengenai kemampuan rahasia yang pernah disinggung sebelumnya. Namun, Dragon memutuskan untuk tidak mengeluarkan kartu as tersebut pada saat ini.
Dragon berargumen bahwa kemampuan rahasia itu hanya akan digunakan jika ia berhadapan dengan tubuh asli Imu secara langsung. Jika digunakan sekarang, Imu dipastikan akan menganalisis dan mencari kelemahan dari teknik rahasia tersebut.
Sebagai gantinya, Dragon memilih menggunakan variasi lain dari kekuatan Awakening-nya. Teknik ini menciptakan badai besar di area pertempuran yang bertujuan untuk mengulur waktu hingga pengaruh kendali Imu pada tubuh Warcury habis.
Berdasarkan analisis Dragon, pengendalian tubuh Gorosei oleh Imu memiliki batas waktu tertentu. Jika mereka bisa bertahan cukup lama, kekuatan Imu pada tubuh Warcury akan melemah secara alami dan memberikan peluang untuk melakukan serangan balik.
Para Gorosei lainnya, yaitu Jupiter, Nusjuro, dan Mars, terlihat memantau dari kejauhan. Mereka mengakui perkembangan kekuatan Dragon yang mampu menyimpan energi besar meski telah bertarung dalam durasi yang lama.
Mars mengungkapkan kekhawatirannya bahwa beban 30 persen kekuatan Imu pada tubuh Warcury sudah melewati batas wajar. Efek samping dari penggunaan kekuatan yang berlebihan ini diprediksi akan segera muncul dan memberikan dampak buruk bagi sang Gorosei.
Ilustrasi Panel Manga One Piece Chapter 1175 [Sumber: Indopop]
Sementara itu, Garling Figarland menekankan perlunya peningkatan sistem pengamanan di Marijoa setelah insiden ini berakhir. Menurutnya, serangan Pasukan Revolusi kali ini sangat berbahaya dan hampir menembus Kastil Pangaea jika Imu tidak segera turun tangan.
Di sisi lain dunia, tepatnya di markas Umit di bawah Red Line, Laffitte dari Bajak Laut Blackbeard terlihat terus memantau situasi. Ia memprediksi bahwa hasil akhir dari pertempuran ini akan mengguncang tatanan dunia secara keseluruhan.
Beralih ke Pulau Elbaf, Luffy dan Loki dalam wujud naga berhasil menumbangkan seluruh raksasa iblis yang menghadang. Kini, mereka dilaporkan mulai bergerak menuju area sekolah Walrus, tempat Imu mengendalikan tubuh Gunko.
Situasi ini menjadi ancaman bagi Imu, karena kekuatannya di tubuh Gunko saat ini hanya tersisa sekitar 7 sampai 8 persen. Jika Luffy dan Loki menyerang sekarang, Imu terpaksa harus memindahkan fokus kekuatannya dari Marijoa kembali ke Elbaf.
Kondisi tersebut secara tidak langsung akan sangat menguntungkan Dragon di Marijoa. Jika Imu menurunkan kekuatannya di tubuh Warcury untuk memperkuat kendali di Elbaf, maka Pasukan Revolusi akan memiliki kesempatan besar untuk memenangkan pertempuran di tanah suci.
Di bagian lain Elbaf, Franky, Bonney, dan Lilith mendiskusikan risiko besar yang dihadapi rekan-rekan mereka. Mereka berharap Luffy dan Loki tetap waspada agar tidak terkena kekuatan Imu yang bisa mengubah seseorang menjadi raksasa iblis.
Pada Chapter sebelumnya, diperlihatkan bagaimana kekacauan mulai pecah di Elbaf dengan munculnya rasesa-rasesa misterius. Di saat yang sama, Pasukan Revolusi memulai invasi besar-besaran mereka ke Marijoa untuk menghancurkan simbol kekuasaan tertinggi dunia.