Saham VISI Melejit Hampir 10 Persen! Isu Nagita Slavina Akuisisi Bikin Investor Ramai
Harga saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) dikabarkan melonjak hampir 10% pada perdagangan Jumat (13/2/2026).
Saham yang bergerak di bidang bahan baku percetakan dan periklanan ini ditutup di Rp900 per lembar, naik 80 poin dari harga sebelumnya.
Lonjakan ini terjadi di tengah rumor yang mengaitkan perusahaan dengan selebriti Nagita Slavina, istri Raffi Ahmad, yang kabarnya tertarik mengakuisisi atau melakukan penyertaan modal strategis di VISI.
Baca Juga: Gemas Bak Boneka, Lily Tenteng Tas Mungil Rp71 Juta Saat Jalan Sama Nagita Slavina
Spekulasi ini bikin investor ramai membeli saham VISI, terutama menjelang penutupan sesi kedua perdagangan.
Negosiasi dan Potensi Akuisisi
Baca Juga: 6 Potret Cipung Main Salju, Dituduh Buat Tameng Raffi Ahmad Tak Bersuara Peringatan Darurat
Menurut keterbukaan informasi BEI, pada 11 Februari 2026, VISI menerima surat pemberitahuan terkait negosiasi Nagita Slavina sebagai calon pengendali baru perusahaan.
"Pada tanggal 11 Februari 2026, Perseroan telah menerima surat pemberitahuan atas pengumuman negosiasi yang dilakukan oleh Nagita Slavina, selaku Calon Pengendali Baru," ungkap Manajemen VISI dalam Keterbukaan Informasi BEI, Kamis (12/2/2026).
Saat ini, saham pengendali VISI masih dikuasai David Dwiputra sekitar 71% atau 2,2 miliar lembar saham.
Jika Nagita mengambil alih seluruh posisi saham pengendali, total dana yang perlu digelontorkan diperkirakan mencapai Rp1,804 triliun.
Manajemen VISI menegaskan bahwa rencana ini tidak akan mengganggu operasional maupun kondisi keuangan perseroan.
Investor Tunggu Kepastian
Nagita Slavina dan suaminya Raffi Ahmad. [Instagram]
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai detail akuisisi dari pihak Nagita Slavina maupun manajemen VISI.
Lonjakan saham VISI hari ini juga didorong oleh volume pembelian yang tinggi, membuatnya menjadi salah satu top gainer di sektor ini.
Investor kini menanti kepastian, apakah kenaikan harga ini murni karena sentimen pasar atau tanda awal masuknya investor strategis baru.
Manajemen menegaskan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan, sehingga publik diimbau tetap mengikuti perkembangan resmi dari Bursa Efek Indonesia.
"Selain daripada informasi yang telah kami ungkapkan di atas, hingga saat ini tidak terdapat kejadian, informasi atau fakta material lain yang tidak kami ungkapkan," tutup manajemen.