Reza Arap Minta Maaf pada Lula Lahfah, Akan Bersihkan Nama Sang Kekasih
Kesedihan mendalam yang ditunjukkan Reza Arap saat pemakaman Lula Lahfah, kemarin, ternyata berlanjut ke ranah digital. Personel Weird Genius itu menyampaikan curhatan pilu sekaligus peringatan keras melalui akun X-nya, yang ditujukan kepada almarhumah kekasihnya dan juga para netizen yang terus menyudutkan hubungan mereka.
Dalam unggahan yang penuh emosi, Reza meminta maaf secara terbuka kepada Lula.
Ia mengungkapkan kekhawatiran akan 'hilang kendali' di tengah fase berkabungnya untuk membela nama baik Lula dari cibiran yang terus berlanjut bahkan setelah kematiannya.
Baca Juga: Ini Impian Sederhana Lula Lahfah yang Belum Terwujud hingga Ajal Menjemput
“syg... maafin aku kalau dalam grief phase aku, suatu saat aku yakin tunangan kamu ini akan hilang kontrol untuk memperbaiki nama kamu dan semuanya, yang sudah bertahun-tahun kamu tau kalau aku sudah menahan diri. begitupun kamu yang menahan aku. waktu kamu masih ada. ily,” tulis Reza di X, Sabtu (24/1) malam.
Ungkapan itu sekaligus merupakan respons langsung terhadap komentar nyinyir dari seorang netizen dengan akun @jurmeme, yang menyindir hubungan Reza dengan Lula.
Baca Juga: Wendy Walters Datang ke Pemakaman Lula Lahfah, Ini Reaksi Netizen
Reza Arap gerah dengan komentar nyinyir netizen. [Instagram dan X]
Netizen tersebut menulis, “Lagian temen mantan istri pun di embat wkwk,” merujuk pada fakta bahwa Lula adalah sahabat dari Wendy Walters, mantan istri Reza Arap.
Sindiran ini muncul di tengah duka mendalam yang sedang dialami Reza.
Dalam untaian cuitan lainnya, Reza mengaku bahwa logikanya sudah tidak berfungsi dan hanya mengandalkan perasaan.
“I have no logic anymore syg. maafin aku,” tulisnya.
Reza Arap Ciumi Nisan Lula Lahfah. [Instagram]
Meski demikian, ia berusaha berjanji untuk menahan diri.
“Sebisa mungkin aku akan menahan diri aku,” tambahnya.
Curhatan digital Reza ini memperlihatkan lapisan kesedihan yang lebih dalam di balik tangisnya di TPU Rawa Terate. Ia tidak hanya berduka atas kepergian sang kekasih, tetapi juga harus berhadapan dengan beban psikologis akibat komentar negatif yang terus-menerus menerpa hubungan mereka—yang kini harus ia hadapi sendirian.