Film

Rela Rambutnya Dirombak, Naysilla Mirdad Ungkap Totalitas Jadi Pramugari di Film Baru

01 Maret 2026 | 09:30 WIB
Rela Rambutnya Dirombak, Naysilla Mirdad Ungkap Totalitas Jadi Pramugari di Film Baru
Naysilla Mirdad. (Instagram)

Aktris Naysilla Mirdad kembali menunjukkan totalitasnya dalam dunia seni peran melalui proyek film terbaru berjudul Kapal Terbang. Film garapan Solid Cinematic Dreams ini mengangkat kisah nyata yang sangat legendaris, yaitu pembajakan pesawat Woyla pada tahun 1981.

rb-1

Demi mendalami peran sebagai pramugari senior era 80-an, wanita yang akrab disapa Nay ini rela mengubah drastis gaya rambut indahnya. Penyesuaian penampilan ini dilakukan untuk memberikan kesan autentik sesuai dengan standar profesi penerbangan pada masa itu.

Naysilla menjelaskan bahwa tatanan rambut dalam film tersebut mencerminkan hierarki senioritas di antara para pramugari. "Pramugari yang rambutnya nggak boleh diapapa-apain biasanya itu masih junior banget. Aku senior pramugari jadi rambut aku boleh panjang terus boleh di-updo gitu," jelasnya saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga: Perdana Main Film, Bunda Corla Jambak Naysila Mirdad padahal Baru Reading

rb-2

Untuk mendapatkan gaya rambut sanggul atau updo yang sempurna, Naysilla bahkan harus meratakan bagian belakang rambutnya yang semula bertekstur layer. "(Rambutnya) buat updo jadi diratain belakangnya, padahal sebelumnya ada layer-layer-nya," tambah adik Nana Mirdad tersebut.

Meski sempat merasa berat hati saat rambutnya dirombak, putri dari Jamal Mirdad dan Lydia Kandou ini tetap mengedepankan profesionalitas. "Sempat sedih, tapi enggak apa-apa karena namanya buat kebutuhan film. Aktor itu sudah seperti kanvas saja," tegas Naysilla mengenai komitmennya pada karakter Puspita.

Baca Juga: Naysilla Mirdad Ungkap Rasanya Pacaran Beda Profesi, Begini Reaksinya saat Ditanya soal Nikah

Film Kapal Terbang memberikan tantangan tersendiri bagi Naysilla karena menjadi pengalaman pertamanya membintangi genre aksi yang diangkat dari sejarah. Mengingat ia lahir jauh setelah peristiwa Woyla terjadi, Nay merasa perlu melakukan riset mendalam agar bisa memahami suasana mencekam kala itu.

Naysilla Mirdad. (Instagram)Naysilla Mirdad. (Instagram)

Proses observasi dilakukan dengan menggali kebiasaan, gaya bicara, hingga pola pikir masyarakat generasi 80-an yang jauh berbeda dengan zaman sekarang. Naysilla ingin memastikan setiap gerak-geriknya dalam pesawat mencerminkan teror nyata yang terjadi puluhan tahun silam.

Selain mengandalkan internet dan YouTube, Naysilla banyak berdiskusi dengan kedua orangtuanya yang menjadi saksi hidup era tersebut. "Aku tanya Mama, tanya Papa, tanya orang-orang yang sudah lahir saat itu untuk membayangkan teror di dalam pesawat," ungkapnya.

Persiapan matang juga dilakukan melalui workshop intensif yang menghadirkan kepala pramugari dan pilot senior sebagai instruktur. Seluruh jajaran pemain dilatih untuk menguasai gestur tubuh serta standar keselamatan penerbangan yang sesuai dengan protokol asli.

Naysilla berharap perannya sebagai Puspita dapat memberikan pesan kuat tentang keberanian seorang wanita dalam menghadapi situasi genting. Film yang juga dibintangi Oka Antara dan Jeremy Thomas ini diprediksi akan segera tayang di seluruh bioskop Tanah Air.

Tag Naysilla Mirdad Naysila Mirdad Pramugari Film Indonesia