Perempuan Ini Hina Pengasuh Andrew Anak Erika Carlina dan Rendahkan Suku Sumba!
Gelombang kecaman kembali muncul di media sosial menyusul pernyataan kontroversial seorang perempuan bernama Dewi Fransiska Mooy, yang juga dikenal sebagai Danoheo.
Ucapannya yang menghina orang Sumba, termasuk tanah kelahirannya sendiri, viral setelah ia melakukan siaran langsung bersama seorang TikToker. Ia juga menghina asisten rumah tangga Erika Carlina, yang mengasuh putranya, Andrew.
Aksi ini muncul tidak lama setelah penangkapan figur publik "Resbob" atas kasus ujaran kebencian, seolah menantang konsekuensi hukum serupa.
Baca Juga: Erika Carlina Rayakan Ulang Tahun ke-37 DJ Bravy Bersama Baby Andrew
Materi siaran langsung yang diunggah oleh akun Instagram @cat_warrior_indonesia itu menampilkan Dewi Fransiska Mooy mengucapkan sejumlah pernyataan yang dinilai sangat merendahkan dan stereotip terhadap masyarakat Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam percakapan tersebut, ketika membahas asisten rumah tangga yang pernah mengasuh anak Erika Carlina, Andrew, Dewi menyebut, “Seseorang itu siapa? Ya pembantu si gendut gendut Sumba itu.”
Baca Juga: DJ Panda Akui Sebar Data Pribadi Erika Carlina, Kini Minta Maaf dan Berharap Damai
Saat rekan livenya bertanya bagaimana ia tahu bahwa asisten rumah tangga tersebut berasal dari Sumba, Dewi melanjutkan dengan ujaran yang lebih keras.
Dewi Mooy saat melakukan live dan menghina suku Sumba. [TikTok]
“Dia orang Sumba, orang Sumba itu menjadi bahan lelucon di Pulau Bali. Mereka kalau ngekos itu suka buat kacau sampai diusir. Satu pulau Sumba itu orang gila kampung semua,” ujarnya tanpa keraguan.
Ia bahkan menambahkan tuduhan yang lebih luas.
“Kampung dia si Sumba itu menjelekkan NTT, buat kacau semua NTT dicap jelek sama orang Bali.”
Yang paling memicu reaksi adalah pernyataannya yang seolah menantang aparat penegak hukum, seraya tetap mempertahankan ujarannya.
“Intinya, bodo amat gue, mau ditangkap kaya Resbob? Emang fakta kok Sumba penghancur,” cetusnya.
Erika Carlina dan Dewi Mooy, wanita yang diguna menghina suku Sumba. [TikTok]
Dewi juga berusaha mengalihkan tanggung jawab dengan menyebut bahwa banyak influencer yang mengatakan hal serupa.
“Orang dia dari Sumba, kenapa emang, lu cari aja di Google. Sumba itu pengacau di Bali, bukan gue yang ngomong, semua influencer yang ngomong,” klaimnya.
Reaksi Publik dan Kemungkinan Langkah Hukum
Ujaran kebencian yang dilontarkan Dewi Fransiska Mooy segera membanjiri media sosial dengan kecaman. Banyak warganet, termasuk masyarakat Sumba dan NTT pada umumnya, merasa terluka dan terhina oleh pernyataan yang penuh generalisasi dan stigma negatif tersebut.