Nomor Misterius Hubungi Korban, Kasus Dugaan Pelecehan Mohan Hazian Makin Memanas
Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama pendiri brand fashion Thanksinsomnia, Mohan Hazian, kini memasuki babak baru.
Salah satu korban dengan akun X @aarummanis mengungkapkan bahwa dirinya mulai dihubungi oleh pihak yang mengklaim sebagai perwakilan pelaku.
Melalui unggahannya, korban menceritakan kronologi saat sebuah nomor asing menghubunginya melalui pesan WhatsApp. Nomor tersebut menyatakan diri sebagai perwakilan Mohan Hazian dan meminta untuk bertemu secara langsung.
Baca Juga: Biodata dan Agama Alya Putri, Istri Mohan Hazian Ikut Disorot di Tengah Isu Pelecehan Seksual
Korban merasa janggal karena tidak mengetahui bagaimana pihak tersebut bisa mendapatkan nomor pribadinya. Ia menduga ada keterlibatan orang dalam dari sebuah brand.
"Saya hanya pernah membagikan nomor saya kepada talent scouter brand dengan inisial S," ungkap korban dalam keterangannya, dikutip Rabu (11/2/2026).
Baca Juga: Alya Putri Istri Mohan Hazian Hapus Foto-Foto Suami dari Instagramnya
Saat mencoba mengklarifikasi identitas pengirim pesan, korban tidak mendapatkan jawaban yang jelas.
"Saat saya tanya dengan siapa, dari lembaga mana, dan mengetahui nomor saya dari mana, nomor tersebut tidak menjawab. Kemudian nomor tersebut mengatakan bahwa mereka adalah perwakilan dari keluarga pelaku," lanjutnya.
Tolak Ajakan Bertemu, Korban Tempuh Jalur Hukum
Pihak yang mengaku sebagai keluarga pelaku itu mendesak korban untuk bertemu dengan alasan ingin mendengarkan penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Namun, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah.
Korban menegaskan tidak memiliki kepentingan untuk bertemu dengan pihak yang mengklaim sebagai perwakilan keluarga, terlebih di tengah trauma yang masih ia alami.
"Saya tidak punya urgensi untuk bertemu dengan 'perwakilan keluarga' pelaku. Saya tidak merespons dan saat ini sedang memproses pendampingan hukum," tegasnya.
Mohan Hazian saat klarifikasi atas tudingan pelecehan seksual. [Instagram]
Sebelumnya, korban juga menyatakan bahwa Mohan Hazian belum menunjukkan itikad baik secara resmi. Ia menyayangkan sikap diam pelaku atas kasus yang sudah menjadi konsumsi publik.
"Sampai saat ini, tidak ada itikad baik dari pelaku maupun brand untuk menghubungi saya ataupun korban lain. Tidak ada permintaan maaf yang saya ataupun korban lain terima," kata @aarummanis.
Di akhir pernyataannya, korban berharap kasus ini menjadi momentum untuk membersihkan industri kreatif dan ruang sosial dari predator seksual, serta tidak ada lagi ruang bagi pelaku untuk bergerak tanpa sanksi tegas.