Gosip

NASA Ungkap Fenomena Kilatan Hijau di Jupiter

16 Januari 2026 | 18:44 WIB
NASA Ungkap Fenomena Kilatan Hijau di Jupiter
Misteri Kilatan Hijau di Jupiter Terjawab Lewat Misi Juno

Sebuah citra satelit yang menampilkan kilatan cahaya hijau neon di tengah pusaran awan gelap planet Jupiter kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.

rb-1

Gambar yang dihasilkan wahana antariksa Juno milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) itu memicu rasa penasaran publik mengenai aktivitas alam ekstrem di planet gas raksasa tersebut.

Berdasarkan analisis data NASA, kilatan cahaya itu dikonfirmasi sebagai fenomena alam berupa sambaran petir. Meski petir merupakan peristiwa yang umum di Bumi, karakteristik petir di Jupiter sangat berbeda, baik dari sisi kimiawi maupun lokasi kemunculannya.

Baca Juga: Film Pelangi di Mars Terinspirasi Pratiwi Sudarmono, Astronot Perempuan Pertama RI

rb-2

Petir Amonia di Wilayah Kutub

Di Bumi, petir umumnya terbentuk dari awan air dan paling sering terjadi di wilayah khatulistiwa. Sebaliknya, di Jupiter, fenomena listrik justru kerap muncul di wilayah kutub planet.

Baca Juga: Darurat di Luar Angkasa! NASA Evakuasi Awak ISS Pertama Kali dalam Sejarah Akibat Sakit

Petir di Jupiter berasal dari awan yang mengandung campuran air dan amonia. Amonia berperan sebagai zat antibeku alami yang memungkinkan air tetap berada dalam fase cair pada suhu ekstrem yang sangat dingin.

Kondisi ini menciptakan gesekan listrik intens yang kemudian memicu sambaran petir dengan kekuatan luar biasa.

Para ilmuwan memperkirakan energi yang dilepaskan oleh petir di Jupiter bisa mencapai hingga 10.000 kali lebih kuat dibandingkan petir rata-rata yang terjadi di Bumi.

Cahaya Hijau Neon Di Jupiter Ternyata Petir SuperkuatCahaya Hijau Neon Di Jupiter Ternyata Petir Superkuat

Asal-usul Pendaran Hijau Neon

Kemunculan warna hijau mencolok dalam citra tersebut menimbulkan berbagai spekulasi. Para ahli menjelaskan bahwa pendaran hijau berkaitan erat dengan komposisi kimia atmosfer Jupiter serta teknik pengambilan dan pemrosesan gambar.

Interaksi antara partikel amonia di atmosfer atas Jupiter dengan energi listrik dari petir menyebabkan terjadinya ionisasi gas. Melalui filter tertentu pada instrumen JunoCam, proses ini terekam sebagai cahaya hijau yang tampak kontras.

Perlu dicatat, foto yang beredar luas bukanlah gambar mentah. Citra tersebut merupakan hasil pengolahan data oleh ilmuwan warga Kevin M.

Gill, yang memanfaatkan data publik NASA untuk menonjolkan detail fenomena yang tertangkap kamera.

Peran Misi Juno dalam Riset Jupiter

Data teknis menunjukkan bahwa gambar tersebut diambil pada 30 Desember 2020, saat wahana Juno berada sekitar 32.000 kilometer di atas puncak awan Jupiter.

Meski pengambilan data dilakukan beberapa tahun lalu, NASA baru mempublikasikannya secara luas pada pertengahan 2023, sebelum kembali viral sepanjang 2024 hingga 2025 di komunitas sains global.

Sejak mengorbit Jupiter pada 2016, misi Juno terus memberikan kontribusi penting dalam mengungkap struktur internal, medan magnet, serta dinamika atmosfer planet terbesar di tata surya.

Penemuan petir hijau ini semakin menegaskan bahwa atmosfer Jupiter merupakan salah satu lingkungan paling dinamis dan ekstrem yang pernah dipelajari manusia.

 

Handril

Tag Jupiter MisiJuno NASA FenomenaAntariksa Sains Astronomi PetirJupiter