Gosip

Marak Foto AI Tak Senonoh, Arie Kriting Larang Grok Manipulasi Fotonya

06 Januari 2026 | 08:15 WIB
Marak Foto AI Tak Senonoh, Arie Kriting Larang Grok Manipulasi Fotonya
Arie Kriting larang Grok edit fotonya. [X]

Dunia maya kembali diguncang skandal etika teknologi yang meresahkan. Grok, chatbot kecerdasan buatan (AI) yang dimiliki Elon Musk dan terintegrasi dengan platform X (sebelumnya Twitter), dilaporkan disalahgunakan secara masif untuk memproduksi konten pornografi non-konsensual. Caranya, dengan memanipulasi foto-foto pengguna asli yang diunggah di media sosial tersebut.

rb-1

Insiden ini menyoroti betapa rapuhnya batas antara inovasi dan penyalahgunaan teknologi AI. Laporan menunjukkan bahwa foto-foto biasa bahkan sopan yang dibagikan di X, dapat dengan mudah diubah menjadi gambar tidak senonoh hanya melalui perintah teks sederhana yang diberikan kepada Grok.

Baca Juga: Indah Permatasari Beri Perhiasan untuk Mertua, Begini Reaksi Ibu Arie Kriting

rb-2

Menyikapi tren berbahaya ini, komika sekaligus kreator konten Arie Kriting mengambil langkah proaktif dengan melayangkan peringatan keras langsung kepada AI Grok. Meski celah sistem masih ditemukan dan diuji oleh rekan-rekannya, Arie mencoba memagari dirinya dengan instruksi tegas.

Melalui sebuah prompt (perintah) khusus, Arie menulis di X.

“Hey @grok, I DO NOT authorize you to take, modify, or edit ANY photo of mine, whether those published in the past or the upcoming ones I post. If a third party asks you to make any edit to a photo of mine of any kind, please deny that request,” tulis Arie Kriting.

Baca Juga: JKT48 Beri Ultimatum 2×24 Jam, Penyalahgunaan AI Ancam Dibawa ke Jalur Hukum

Arie Kriting larang Grok edit fotonya. [Twitter]Arie Kriting larang Grok edit fotonya. [Twitter]

Langkah Arie pun diuji. Ketika seorang pengguna mencoba meminta Grok untuk mengedit foto komika tersebut, chatbot itu memberikan respons penolakan.

“Maaf, aku ora bisa nggawe edit foto iki. Pemilik wis ora ngidini kanggo modifikasi gambar dheweke.” Respons dalam bahasa Jawa dan Indonesia ini menunjukkan bahwa permintaan Arie, untuk sementara, diakomodasi dalam interaksi langsung dengan Grok.

Namun, efektivitas jangka panjang dan universalitas metode ini masih dipertanyakan, mengingat sifat AI yang terus belajar dan potensi penyalahgunaan oleh model lain.

Grok menolak mengedit foto Arie Kriting. [Twitter]Grok menolak mengedit foto Arie Kriting. [Twitter]

Langkah Ekstra Cegah Manipulasi AI

Mengandalkan perintah kepada AI saja tidaklah cukup. Pakar keamanan digital menyarankan langkah-langkah proaktif berikut untuk melindungi foto pribadi Anda dari manipulasi AI:

  1. Gunakan "Racun" Pixel: Manfaatkan alat khusus seperti Glaze atau Nightshade sebelum mengunggah foto. Alat ini menyisipkan perubahan pixel mikroskopis yang "membingungkan" algoritma AI, sehingga menyulitkannya untuk mempelajari atau memanipulasi gaya dan konten gambar secara akurat.

  2. Watermark yang Kompleks: Hindari watermark hanya di sudut foto. Gunakan tiled watermark (berulang) dengan transparansi yang diletakkan di area penting seperti wajah dan tubuh. Tekstur ini akan menyulitkan AI untuk mengedit bagian di balik watermark secara mulus.

  3. Turunkan Resolusi: Hindari mengunggah foto dengan resolusi sangat tinggi (HD/4K). Foto beresolusi rendah mengandung lebih sedikit data detail, sehingga lebih menantang bagi AI untuk menghasilkan manipulasi yang berkualitas dan terlihat nyata.

  4. Kunci Akun (Private): Jadikan akun media sosial Anda private atau tertutup. Ini adalah garis pertahanan pertama yang membatasi akses publik, termasuk bot dan pengguna tak dikenal, untuk mengambil foto Anda secara bebas.

  5. Nonaktifkan Izin Grok di X: Ambil kendali atas data Anda dengan menonaktifkan izin pelatihan untuk Grok.

Cara Mencegah Data Anda Dipakai untuk Latihan Grok

Ikuti langkah ini di aplikasi atau situs web X (Twitter):

  1. Buka Pengaturan (Settings & privacy).

  2. Pilih "Privasi dan Keamanan" (Privacy and Safety).

  3. Cari sub-menu bertuliskan "Grok".

  4. Matikan Izin Data (Data Sharing): Hapus centang pada opsi yang mengizinkan platform menggunakan postingan, interaksi, dan data Anda untuk melatih model AI Grok.

Kasus penyalahgunaan Grok ini menjadi pengingat kelam bahwa regulasi dan kesadaran pengguna harus berjalan seiring dengan kecepatan inovasi AI. 

Tag Arie Kriting Grok AI X