Link Foto Lula Lahfah Kaku di Apartemen Diburu, Ulah Oknum yang Tega Eksploitasi Duka
Dunia hiburan digital Indonesia kembali berduka. Selebgram Lula Lahfah, kekasih musisi Reza Arap, meninggal dunia dengan mendadak di kediamannya, Apartemen Essence Dharmawangsa, pada Jumat (23/1/2026).
Namun, suasana berkabung yang seharusnya diisi dengan doa dan penghormatan, ternoda oleh aksi tak berperikemanusiaan sejumlah oknum di media sosial.
Alih-alih memuliakan almarhumah, beberapa akun justru menyebarkan foto-foto jenazah Lula Lahfah. Aksi tak terpuji ini makin menjadi-jadi dengan munculnya istilah-istilah pencarian vulgar di platform seperti TikTok.
Baca Juga: Lula Lahfah Ungkap Firasat Sebelum Meninggal, Mimpi Bertemu Laura Anna, Terasa Seperti Nyata
Frasa-frasa mengerikan seperti "foto lulalafah kaku di apartemen", "foto lula membiru dikamar", dan "foto saat lula lahfah ditemukan" bermunculan, mengeksploitasi tragedi untuk mendapatkan perhatian.
Lebih parah lagi, beberapa akun TikTok bahkan membuat video atau VT yang mengklaim memiliki foto-foto eksploitatif tersebut. Mereka menawarkan link di bio akun mereka untuk diunduh oleh pengguna yang penasaran.
Baca Juga: Viral Lagi Curhatan Lula Lahfah Soal Penyakitnya, Sempat Meriang sampai Rasakan Ngilu
Praktik ini tidak hanya keji, tetapi juga sangat berisiko tinggi. Para pakar keamanan siber memperingatkan bahwa link-link semacam itu sangat mungkin mengarah pada situs phishing yang mencuri data pribadi atau menyebarkan malware yang dapat merusak perangkat pengguna.
Link foto jenazah Lula Lahfah bertebaran di TikTok, netizen diminta tak ikut sebarkan. [Instagram Lulalahfah]
Di tengah duka yang mendalam, sahabat almarhumah, selebgram Awkarin, angkat bicara. Melalui unggahan di Instagram, ia membagikan kenangan indah saat menjalankan ibadah umrah bersama Lula dan teman-teman lainnya. Namun, ia juga melontarkan kecaman keras dan peringatan tegas kepada para penyebar konten tidak pantas.
"Please take down any photos regarding our friend on your stupid ass TikTok. Someone passed away. A life was lost. Death is not content. Let's be mindful and respect the privacy of those who can no longer speak," tulis Awkarin dengan nada kesal dan prihatin.
Ia menegaskan bahwa kematian bukanlah bahan konten untuk dikonsumsi dan dieksploitasi. Awkarin mengajak publik untuk bersama-sama menghormati privasi mendiang dan keluarganya yang berduka.
Lebih lanjut, Awkarin mengimbau warganet untuk bertindak nyata membantu dengan cara yang benar.
"Yang bisa kalian bantu adalah doa dan tolong report any content/foto yang nyebarin foto almarhumah. Dan tolong gak berasumsi atau ngomong yang aneh-aneh yang bukan kapasitas lo. Pake hati dan otak sebelum komen apapun," pesannya.
Link foto jenazah Lula Lahfah bertebaran di TikTok, netizen diminta tak ikut sebarkan. [Instagram Lulalahfah]
Seruan Awkarin ini menyoroti dua bahaya besar di tengah musibah: eksploitasi jenazah untuk konten viral dan penyebaran informasi berbahaya melalui link phishing. Keduanya merupakan pelanggaran berat terhadap etika bermedia sosial, norma kemanusiaan, dan hukum yang berlaku.
Insiden ini menjadi pengingat kelam bagi semua pengguna internet tentang pentingnya empati digital. Di balik layar, ada manusia dengan perasaan, keluarga yang terluka, dan martabat yang harus dijaga, bahkan setelah ajal menjemput.
Menjadi tanggung jawab bersama untuk mengutuk aksi keji ini, melaporkan konten-konten eksploitatif, serta berfokus mendoakan yang terbaik untuk almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan.