Larang Perayaan Natal, Kim Jong Un Minta Rakyatnya Peringati Ulang Tahun Neneknya
Korea Utara, satu negara yang terkenal tertutup dari dunia luar, dan menerapkan peraturan yang mematikan.
Dengan Kim Jong Un sebagai presidennya, kehidupan rakyat Korea Utara seakan berada di dalam sangkar emas.
Semua yang mereka lakukan diawasi, peraturan dari presiden bersifat mutlak, dan jika ada yang berani melanggar, maka nyawa taruhannya.
Baca Juga: Sabrina Chairunnisa Pamer Paras Cantik Mendiang Nenek, Mirip Aktris Korea
Peraturan yang ditetapkan oleh Kim Jong Un memang sering kali terasa aneh dan tak masuk akal, seperti yang satu ini.
Jika hampir semua negara di seluruh dunia merayakan Natal setiap tanggal 25 Desember, tidak dengan Korea Utara.
Baca Juga: Menikmati Natal Seru dan Meriah sambil Main Salju di PIK 2, Catat Tanggal dan Jamnya!
Kim Jong Un melarang rakyatnya untuk merayakan Natal, dan meminta mereka untuk menggantinya dengan perayaan ulang tahun nenek sang presiden, yaitu Kim Jong Suk.
Kim Jong Un [Instagram]Kebijakan ini sebenarnya bukan hal baru di Korea Utara, karena sudah berlangsung dari tahun 2016.
Ketika itu tanggal 25 Desember 2016, dan hari itu adalah perayaan Natal terakhir di Korea Utara.
Sejak saat itu hingga kini, perayaan Natal dilarang di negara tersebut, dan tidak boleh ada ornamen atau pun dekorasi Natal di setiap rumah.
Kim Jong Un Di Kimhwa County [Instagram]Karena larangan tersebut, masyarakat Korea Utara akhirnya menganggap Natal bukanlah hari besar keagamaan yang patut dihormati karena kesuciannya, tapi sebuah pengaruh asing yang wajib dihapus dari kehidupan.
Sebagaimana diketahui, beberapa tahun terakhir Rezim Pyongyang memang secara tegas melarang perayaan Natal yang dianggap bukan tradisi asli Korea Utara.
Dan larangan itu dipertegas lagi dengan peraturan presiden di tahun 2025 ini.