Kisah Pahit Arif Alfiansyah, Tertipu Robot Trading Rp200 Juta hingga Harus ke Psikolog
Aktor sekaligus komedian Arif Alfiansyah baru saja memperkenalkan proyek film terbarunya berjudul Sebelum Tiga Puluh. Film ini terasa sangat personal bagi Arif karena memiliki kemiripan dengan pengalaman hidup yang pernah ia alami.
Dalam film tersebut, Arif memerankan karakter bernama Derry, sosok pria impulsif yang banyak bicara namun menyimpan ketakutan besar terhadap kegagalan.
Derry juga digambarkan sebagai seseorang yang menaruh harapan besar pada sahabatnya, Ivan, yang dianggap lebih cerdas dan ambisius. Lewat peran ini, Arif mencoba mengeksplorasi sisi emosional yang berbeda dari citra komedian yang selama ini melekat padanya.
Baca Juga: Dari Trauma ke Obsesi Wi Ha Joon Terseret Misteri Gelap di Siren’s Kiss
Pernah Tertipu Investasi Robot Trading
Pengalaman membintangi film tersebut ternyata membuka kembali kenangan pahit dalam hidup Arif. Ia mengaku pernah menjadi korban penipuan investasi robot trading yang membuatnya kehilangan tabungan hingga Rp200 juta.
Baca Juga: Zoe Triska Retno, Istri Mr. Terima Kasih Ungkap Penipuan Besar yang Dilakukan Suaminya
Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 2020 atau 2021 ketika Arif tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dari sebuah platform bernama Mark AI. Belakangan diketahui bahwa platform tersebut menggunakan skema Ponzi untuk menarik korban.
Arif mengakui bahwa saat itu dirinya terlalu percaya dan tidak mempelajari instrumen investasi secara mendalam sebelum menanamkan uangnya.
“Kejadiannya sekitar 2020 atau 2021. Waktu itu aku benar-benar nggak belajar apa pun soal investasi, langsung percaya dengan iming-iming uang bisa berlipat. Film ini jadi mengingatkan bahwa dulu aku memang sebodoh itu. Makanya film ini terasa dekat sekali buatku,” ungkapnya.
Sempat Terpuruk dan Jalani Terapi Psikolog
Arif Alfiansyah mengaku pernah jadi korban penipuan investasi robot trading. [Indopop/Raka]
Kehilangan uang hasil kerja keras selama bertahun-tahun ternyata berdampak besar pada kondisi mental Arif. Ia mengaku sempat mengalami masa-masa berat hingga enam bulan lamanya.
“Rasanya lemas, nggak tahu harus ngapain, sering bengong. Karena terlalu percaya, jadi rasanya seperti kehilangan sesuatu. Bahkan sampai merasa diri ini seperti tidak ada, seperti terbang entah ke mana selama sekitar enam bulan,” katanya.
Untuk memulihkan kondisi mentalnya, Arif akhirnya memutuskan berkonsultasi dengan psikolog. Dalam sesi terapi tersebut, ia diajak memetakan berbagai masalah yang dihadapi dan menyelesaikannya secara perlahan.
Arif Alfiansyah sampai periksa ke psikolog usai ditipu. [Indopop/Raka]
Menurut Arif, proses tersebut membantunya memahami bahwa setiap orang memiliki masalah, tetapi semua bisa diselesaikan satu per satu.
Kini melalui film Sebelum Tiga Puluh, Arif berharap masyarakat bisa lebih waspada terhadap tawaran investasi yang menjanjikan kesuksesan instan. Ia ingin pengalamannya menjadi pelajaran agar orang lain tidak mudah tergiur dengan keuntungan besar tanpa memahami risikonya.
Film ini juga diharapkan dapat menggambarkan realitas perjuangan anak muda dalam mengejar mimpi sebelum memasuki usia kepala tiga, lengkap dengan berbagai jatuh bangun yang menyertainya.