Kisah Aurélie Moeremans di Broken Strings Dilirik Banyak PH, Ada Satu yang Tak Terduga!
Buku Broken Strings karya Aurélie Moeremans tengah menjadi perbincangan hangat dan berpeluang besar untuk diadaptasi menjadi film atau serial. Kabar ini mencuat setelah Aurélie mengungkapkan bahwa sejumlah rumah produksi telah menyatakan ketertarikan mereka untuk mengangkat kisah dalam buku tersebut ke layar lebar maupun format serial terbatas.
Broken Strings merupakan sebuah buku memoar yang ditulis langsung oleh Aurélie Moeremans. Buku ini memuat kisah perjalanan hidupnya secara jujur dan mendalam, termasuk pengalaman pahit yang pernah ia alami saat menjadi korban child grooming di usia 15 tahun.
Dengan gaya penulisan yang emosional dan reflektif, Aurélie mengajak pembaca memahami luka, proses penyembuhan, serta kekuatan untuk bangkit dari trauma masa lalu.
Baca Juga: Banjir Hujatan Setelah 'Broken Strings' Aurelie Moeremans Viral, Roby Tremonti Ngamuk
Sejak awal tahun 2026, Broken Strings berhasil mencuri perhatian banyak pembaca. Respons yang diterima pun didominasi oleh dukungan moral dan empati.
Aurelie Moeramans Menulis Buku Broken Strings
Baca Juga: Heboh Hesti Purwadinata Diancam Usai Dukung Aurelie Moeremans, Pelakunya Roby Tremonti?
Tak sedikit pembaca yang mengaku merasa tersentuh dan prihatin dengan perjalanan hidup Aurélie Moeremans yang penuh tantangan. Kisah personal yang ia bagikan dianggap mampu mewakili suara banyak penyintas yang selama ini sulit berbicara.
Melalui akun Instagram pribadinya, @aurelie, Aurélie sempat menanggapi komentar salah satu pembaca yang berharap agar buku Broken Strings dapat diadaptasi menjadi film.
Harapan tersebut muncul agar pesan dan dampak dari buku ini bisa menjangkau audiens yang lebih luas. Menanggapi hal itu, Aurélie memberikan respons positif dan terbuka terhadap kemungkinan adaptasi.
“Aku sih senang banget kalau suatu hari Broken Strings bisa diadaptasi jadi film atau limited series, biar impact-nya bisa lebih luas. Kira-kira siapa ya sutradara / produser yang paling pas?” tulis Aurélie Moeremans, dikutip pada Senin, 12 Januari 2026.
“Tolong bantu bikin mereka aware kalau buku ini ada ya!” lanjutnya.
Tak berselang lama, Aurélie kembali membagikan kabar yang cukup mengejutkan. Ia mengungkapkan bahwa sudah ada beberapa rumah produksi yang menunjukkan ketertarikan serius untuk mengadaptasi Broken Strings. Bahkan, ia mengaku tidak menyangka respons dari industri perfilman datang secepat itu.
“Ada beberapa PH yang tertarik.. Ada satu yang aku gak sangka-sangka!” tulisnya.
Meski demikian, Aurélie belum bersedia mengungkap nama-nama rumah produksi tersebut. Ia mengaku khawatir hal tersebut dapat memengaruhi proses yang sedang berjalan. Sebagai gantinya, ia meminta doa dan dukungan dari para pengikutnya agar rencana adaptasi ini dapat berjalan dengan lancar.
“Can’t spill yet.. Takut jinx it.. TAPI AKU EXCITED BANGET, DOAIN LANCAR!” sambungnya.
Melihat besarnya antusiasme dari berbagai rumah produksi, Aurélie pun melontarkan candaan yang mencuri perhatian warganet. Ia mengaku merasa “cemburu” dengan bukunya sendiri.
Aurelie Moeramans Menulis Buku Broken Strings
Pasalnya, ini merupakan pertama kalinya dalam hidupnya ada begitu banyak rumah produksi yang mengejar karyanya secara bersamaan.
“Apa aku harus cemburu sama buku aku ya? First time in my life sebanyak ini production houses ngejar di waktu yang sama… and it’s not even for me, it’s for Broken Strings,” tulis Aurélie.
Jika rencana adaptasi ini benar-benar terwujud, Broken Strings berpotensi menjadi karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi edukasi dan membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai isu kekerasan terhadap anak, trauma, dan proses pemulihan bagi para penyintas.