Kematian Lula Lahfah Dikaitkan dengan Whip Pink atau Gas Tawa, Ini Kata Polisi
Kematian mendadak selebgram Lula Lahfah, yang sebelumnya dikabarkan meninggal dalam keadaan "kaku" di kamar apartemennya, kini dikaitkan dengan spekulasi liar di media sosial, terutama platform X (Twitter).
Beredar luas foto dan pesan berantai WhatsApp yang mengaitkan kepergian Lula dengan penyalahgunaan produk berlabel 'Whip Pink' yang mengandung Nitrous Oxide atau gas tawa. Kabar ini mencuat meski Lula diketahui memiliki riwayat sakit ISK, usus bengkak, batu ginjal, dan GERD.
Menanggapi isu tersebut, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, menegaskan bahwa hingga Sabtu (24/1) pagi, penyidik tidak menemukan bukti fisik apapun terkait penggunaan gas tawa atau produk 'Whip Pink' di lokasi kejadian.
Baca Juga: Raffi Ahmad Berduka Lula Lahfah Meninggal Dunia, Bongkar Sifat Baik sang Selebgram
"Belum ada di temukan," tegas Murodih kepada media.
Sebaliknya, bukti yang justru ditemukan polisi mengarah pada konteks medis. Seperti diungkapkan sebelumnya, di TKP ditemukan obat-obatan dan surat rawat jalan dari Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI).
Baca Juga: Beredar Video Podcast 3 Bulan Sebelum Lula Lahfah Meninggal, Tampak Linglung Hanya Ingat Mati
Pesan berantai soal dugaan keterkaitan kematian Lula Lahfah dengan Whip Pink. [Instagram/@gosip_danu]
Obat-obatan ini ditemukan setelah dokter pribadi Lula tiba di apartemen untuk mengecek kondisinya sekitar pukul 19.23 WIB, setelah jenazahnya ditemukan oleh petugas keamanan pada pukul 18.44 WIB.
Selebgram Lula Lahfah [Sumber Instagram Lulalahfah]
"Tidak ada tanda tanda penganiayaan, namun ditemukan obat obatan sama surat rawat jalan dari RSPI," jelas Murodih.
Apa Itu 'Whip Pink' dan Bahaya Nitrous Oxide?
'Whip Pink' sendiri sebenarnya adalah alat kuliner untuk membuat whipped cream yang menggunakan charger berisi gas Nitrous Oxide (N2O). Di luar kegunaan sahnya, N2O kerap disalahgunakan secara rekreasional karena dapat memberikan efek euforia atau "gas tawa" yang singkat. Istilah "whipping gas" atau "whip pink" telah menjadi kode populer di kalangan tertentu untuk penyalahgunaan ini.
Namun, pakar kesehatan telah lama memperingatkan bahaya serius penyalahgunaan Nitrous Oxide, yang dapat menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen), pingsan, kejang, hingga kerusakan saraf permanen karena mengganggu metabolisme vitamin B12.
Spekulasi ini muncul tanpa dasar di tengah duka publik, sementara bukti di lapangan justru menunjukkan almarhumah sedang dalam masa perawatan penyakitnya.
Penyelidikan kepolisian terus berlanjut untuk menentukan penyebab pasti kematian. Jenazah Lula telah dievakuasi ke RS Fatmawati untuk menjalani visum. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi.
Hingga saat ini, temuan di TKP, yang didominasi oleh bukti-bukti medis, menjadi penekanan pihak berwajib untuk meredam spekulasi yang tidak berdasar dan tidak menghormati proses hukum serta keluarga yang berduka.