Kak Seto Klarifikasi Usai Dituding Cueki Kasus Child Grooming Aurelie Moeremans
Seto Mulyadi yang dikenal luas dengan sapaan Kak Seto menuai kecaman publik setelah dinilai tidak memberikan perhatian serius terhadap kasus dugaan child grooming yang pernah dilaporkan oleh Aurelie Moeremans bersama ibunya.
Sikap tersebut memicu kekecewaan masyarakat terhadap kinerja Komnas Perlindungan Anak yang berada di bawah kepemimpinan Kak Seto. Gelombang kritik dan hujatan yang terus berdatangan akhirnya membuat Kak Seto angkat bicara untuk memberikan penjelasan.
Sebagai latar belakang, kisah perjalanan hidup Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan setelah ia menuangkannya dalam sebuah buku berjudul Broken Strings. Buku tersebut tidak dipasarkan dalam bentuk cetak, melainkan dibagikan secara digital dan dapat diunduh secara gratis oleh publik.
Baca Juga: Kak Seto Alami Stroke Ringan, Diminta Istirahat Total 2 Bulan oleh Dokter
Melalui Broken Strings, Aurelie mengungkap pengalaman pahitnya sebagai korban child grooming saat masih berusia 15 tahun. Dalam kisahnya, ia menceritakan bagaimana harus menjalani hubungan yang penuh tekanan dan penderitaan.
Beragam peristiwa kelam ia alami, mulai dari kekerasan, pelecehan seksual, hingga manipulasi yang meninggalkan trauma mendalam. Alih-alih memperoleh rasa aman dari sosok yang seharusnya melindungi, istri Tyler Bigenho ini justru menghadapi kenyataan yang menyakitkan.
Baca Juga: Sempat Divonis Stroke Ringan, Kak Seto Terjun Langsung Hibur Anak Korban Banjir Sumatra!
Kondisi tersebut mendorong Aurelie untuk berupaya mencari keadilan atas perlakuan yang ia alami. Langkah itu telah ia tempuh sejak lama. Pada 2010, Aurelie bersama sang ibu, Sri Sumarti, mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Saat itu, perempuan berusia 32 tahun ini melaporkan dugaan child grooming yang dilakukan oleh Bobby, yang diduga merupakan Roby Tremonti. Laporan tersebut dilandasi oleh perbedaan usia yang cukup signifikan, yakni terpaut 13 tahun.
Kak Seto Beri Klarifikasi Soal Kasus Aurelie Moeremans [sumber: Instagram Kaksetosahabatanak]
Kala itu, Aurelie masih di bawah umur sehingga perlakuan yang diterimanya dinilai melanggar hukum dan layak diproses secara hukum. Namun, harapan untuk memperoleh kepastian tidak berjalan sesuai harapan.
Proses pelaporan di KPAI dinilai berbelit-belit dan tidak memberikan kejelasan. Merasa belum mendapatkan solusi, Aurelie dan ibunya kemudian melanjutkan pengaduan ke Komnas Perlindungan Anak yang dipimpin Kak Seto.
Sayangnya, upaya tersebut kembali menemui kebuntuan. Aurelie mengungkapkan bahwa ia tidak mendapatkan kepastian terkait hasil mediasi yang dilakukan pihak terkait.
Ketiadaan perlindungan tersebut membuatnya harus menghadapi persoalan itu seorang diri. Situasi ini pun memantik reaksi keras dari masyarakat.
Mandeknya laporan Aurelie di Komnas Anak membuat warganet geram dan mempertanyakan sistem perlindungan bagi korban. Di tengah derasnya kecaman, Kak Seto akhirnya memberikan klarifikasi melalui unggahan Instagram Story.
Aurelie [sumber. Instagram]
Ia membantah tudingan telah mengabaikan laporan Aurelie dan menegaskan bahwa pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin dalam menangani kasus tersebut. Meski demikian, Kak Seto menyampaikan bahwa setiap peristiwa meninggalkan luka bagi pihak yang mengalaminya.
Ia juga meminta agar kasus yang dilaporkan pada 2010 itu tidak dijadikan sarana untuk memfitnah maupun menyerang secara personal. Kak Seto pun mengimbau masyarakat agar bersikap lebih bijak dalam menyikapi persoalan tersebut.
Berikut isi klarifikasi Kak Seto:
"Mohon kepada para sahabat semua, kiranya kita dapat menyikapo kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih, tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru.
Pada masanya, kami telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab kami saat itu.
Kami memahami bahwa setiap peristiwa menyisakan luka, proses, dan pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat.
Apabila di tahun 2026 ini ada pihak yang kembali mengangkat kasus tahun 2010 tersebut, kiranya hal itu tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang secara personal, atau mengubah makna fakta yang sebenarnya.
Mari kita bersikap lebih bijak, adil dan berempati.
Kami berharap semua pihak yang pernah terlibat dapat tersebut pulih, berdamai dengan masa lalu, dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan.
Saat ini, kita masih dihadapkan pada begitu banyak persoalan anak di tanah iar. Masih banyak pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian, kepedulian, dan kerja bersama secara sukarela serta profesional.
Terima kasih atas pengertian dan kebijaksanaan sahabat semua.
Salah hormat, Salam sehat," isi klarifikasi Kak Seto.
Walaupun telah menyampaikan klarifikasi, gelombang kecaman terhadap Kak Seto belum mereda.Kolom komentar di akun Instagram pribadinya pun masih dipenuhi beragam kritik dari warganet.