Jelang Vonis Kasus Vadel Badjideh, Sang Kakak: Kami Bawakan Kasih Sayang, Sisanya Pasrah pada Tuhan
Menjelang sidang putusan kasus yang menjerat Vadel Badjideh, keluarga terlihat menaruh harapan besar sekaligus kecemasan.
Martin Badjideh, kakak kandung Vadel, menyampaikan perasaan keluarga kepada media. Dengan nada hati-hati, ia menegaskan bahwa doa dan dukungan moral menjadi kekuatan utama mereka saat ini.
“Harapan dari keluarga yang pasti yang bagus, bebas. Tapi kita nggak tahu bagaimana nanti putusannya, makanya kita nggak berhenti berdoa. Ya bismillah lah semuanya,” ungkap Martin.
Baca Juga: Sudah Lebih dari Sebulan Ditahan, Berkas Kasus Vadel Badjideh Belum Rampung
Ia mengakui, sang ibu dan anggota keluarga lainnya diliputi rasa cemas. Namun, mereka berusaha saling menguatkan dan menjaga semangat.
Martin juga menceritakan momen emosional saat menjenguk Vadel sehari sebelum sidang. Menurutnya, kunjungan itu lebih dari sekadar membawa makanan.
Baca Juga: 12 Tahun Penjara! Sidang Vadel Badjideh Masuk Babak Tuntutan
“Paling bawain makanan sama ya... bawain kasih sayang aja sih, udah kita meluk aja di sana,” tuturnya.
Ia menambahkan, komunikasi dengan Vadel lebih banyak diisi dengan keheningan dan pelukan. “Kita di sana kebanyakan sih abis ngobrol terus bengong, terus meluk Vadel lagi. Support,” ucap Martin.
Vadel Badjideh (Instagram)
Bagi keluarga, pelukan menjadi simbol dukungan tak terbatas. Meski tidak bisa berbuat banyak, mereka ingin menunjukkan bahwa Vadel tidak sendirian menghadapi situasi ini.
Meski penuh harap, Martin menegaskan keluarga tetap pasrah pada keputusan hakim. “Ya nanti kita serahin semuanya ke Allah Subhanahu wa ta’ala bagaimana putusannya,” katanya.
Sidang vonis Vadel Badjideh menjadi perhatian publik lantaran kasus yang menjeratnya terkait dengan laporan Nikita Mirzani. Vadel didakwa melakukan persetubuhan dengan putri sulung Nikita, LM, yang kala itu masih di bawah umur, hingga memicu dugaan praktik aborsi.
Foto Vadel Badjideh
Atas dakwaan tersebut, jaksa menuntut Vadel dengan hukuman 12 tahun penjara. Tuntutan itu sempat membuat Vadel kecewa, namun ia menyatakan tetap siap menghadapi proses hukum.
Martin menegaskan, terlepas dari hasil akhir, keluarga sudah memberikan yang terbaik dalam bentuk doa dan dukungan. “Sisanya kami pasrahkan pada Tuhan,” tuturnya.
Publik kini menanti sidang putusan yang akan digelar dalam waktu dekat, untuk mengetahui apakah majelis hakim akan mengabulkan harapan keluarga atau menetapkan vonis sesuai tuntutan jaksa.