Jalani Peradilan di Toraja, Pandji Pragiwaksono Didenda 1 Babi dan 5 Ayam
Pandji Pragiwaksono rampung menjalani peradilan adat di Tongkonan Layuk Kaero, Tana Toraja, pada Selasa (10/2/2026). Dalam putusan yang diambil setelah musyawarah adat, Pandji dijatuhi sanksi denda adat berupa 1 ekor babi dan 5 ekor ayam.
Putusan ini diterima oleh Pandji sebagai bentuk pertanggungjawaban atas materi stand-up comedy-nya di masa lalu yang dinilai melukai masyarakat Toraja.
Denda yang dijatuhkan bukan sekadar hukuman materiil. Dalam keyakinan dan tradisi masyarakat adat Toraja, hewan-hewan tersebut akan dikorbankan sebagai simbol penyucian dari kesalahan dan dosa yang telah diperbuat.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Dicecar 63 Pertanyaan di Polda Metro Jaya, Klarifikasi Mens Rea
Tokoh adat setempat menyampaikan pesan tegas. Mereka menyatakan bahwa jika di masa depan Pandji kembali melakukan hal serupa yang berdampak buruk bagi Toraja, maka berkat-berkat diyakini tidak akan mengalir kepadanya. Pernyataan ini merujuk pada prinsip hukum tabur tuai yang dipegang teguh masyarakat setempat.
Pengacara Pandji, Haris Azhar, menyatakan bahwa kliennya telah menyampaikan permohonan maaf kepada 32 perwakilan wilayah adat atau marga di Toraja.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Jalani Proses Peradilan Adat di Toraja Terkait Materi Lawakan 2013
Pandji Pragiwaksono menjalani prosesi peradilan adat di Tana Toraja [Halosulsel]
"Disampaikan fakta yang terjadi, disampaikan permohonan maaf masing-masing dari Pandji maupun dari Pimpinan Adat Toraja. Ditemukan gap-gap yang menyebabkan terjadi penyampaian ekspresi yang membuat masyarakat Toraja kecewa. Pimpinan adat maupun Pandji sama-sama senang bisa bertemu," jelas Haris Azhar dalam pernyataan tertulis yang diterima media.
Prosesi hukum adat ini merupakan bentuk penyelesaian terkait potongan video stand up lama Pandji yang viral pada tahun 2025. Video tersebut memicu polemik karena dinilai menghina adat istiadat Toraja.
Rangkaian persidangan adat dimulai sekitar pukul 10.00 WITA. Pandji, yang didampingi oleh Haris Azhar, tampil tenang mengenakan kemeja lengan panjang dan celana cargo. Ia dengan khidmat mengikuti seluruh tahapan mekanisme hukum adat khusus yang disebut "Ma’ Buak Burun Mangkaloi Oto’.
Pandji Pragiwaksono menjalani prosesi peradilan adat di Tana Toraja [Infotoraja TikTok]
Selama sidang berlangsung, Pandji secara terbuka menyampaikan permohonan maaf dan menjawab berbagai pertanyaan kritis dari perwakilan 32 wilayah adat se-Toraja. Ia dengan rendah hati mengakui adanya kekeliruan dalam riset materi komedinya.
“Harusnya, saya memakai kacamata ‘Toraja’ untuk melihat Toraja secara sisi lainnya juga,” ungkap Pandji.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya ia hanya menggunakan literasi dan narasumber yang kurang tepat, serta hanya melihat Toraja dari sudut pandang orang luar.
Meskipun menjalani sesi tanya jawab yang intensif di bawah tekanan peradilan adat yang khidmat, Pandji justru mengaku sangat tersentuh dengan cara masyarakat Toraja menyelesaikan persoalan.
“Saya tidak pernah mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat adat seperti di Toraja ini,” tutur Pandji.