Gosip

Isi Tas Darurat Pemadaman Listrik 7 Hari Hadapi Krisis yang Diungkap Dharma Pongrekun

17 Januari 2026 | 19:11 WIB
Isi Tas Darurat Pemadaman Listrik 7 Hari Hadapi Krisis yang Diungkap Dharma Pongrekun
Isi tas darurat untuk menghadapi pemadaman listrik 7 hari. [Instagram/dr Herlin Ramadhanti]

Gelombang kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat seperti kemungkinan pemadaman listrik 7 hari tengah menyebar di masyarakat. Pemicunya adalah pernyataan viral dari Komjen Pol. (Purn.) Dharma Pongrekun yang mengingatkan publik untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan keadaan darurat selama tujuh hari.

rb-1

Imbauan ini kemudian diperkuat dengan konten edukatif dari dr. Herlin Ramadhanti yang merinci isi tas darurat (emergency bag) untuk keluarga.

Dharma Pongrekun, purnawirawan Polri dan mantan calon gubernur DKI Jakarta, dalam videonya menggambarkan skenario kritis yang mungkin terjadi jika listrik padam total dalam waktu lama.

Baca Juga: Mewah! Distribusi MBG di Madura Pakai Mobil Alphard hingga Vellfire Jadi Sorotan!

rb-2

“Ketika listrik mati, ATM nggak bisa jalan, AC mati, kulkas juga mati,” ujarnya.

Ia memperingatkan bahwa pemadaman listrik dapat berujung pada rusaknya bahan pangan, terganggunya pasokan air bersih, dan aktivitas yang lumpuh di malam hari.

Baca Juga: Peringatan Dharma Pongrekun Terbukti? Pemadaman Listrik di Amsterdam Bikin WNI Parno!

Lebih jauh, ia mengingatkan potensi kepanikan dan munculnya sifat egois manusia dalam situasi survival.

“Mulai sekarang, persiapkan itu sebelum didadak,” tegasnya.

Pernyataan ini mendapat sorotan luas, terutama dalam konteks ketegangan geopolitik global yang memicu kekhawatiran akan stabilitas. Menanggapi hal ini, sejumlah influencer pun mulai mengedukasi tentang manajemen krisis.

Tas Siaga Bencana: Tidak Untuk Panik, Tapi Untuk Tanggung Jawab

Salah satu konten yang banyak dibagikan adalah milik dr. Herlin Ramadhanti, seorang dokter yang aktif mengedukasi kesehatan di media sosial. Ia menekankan bahwa persiapan ini adalah bentuk tanggung jawab, bukan ketakutan berlebihan.

“Tas emergency ini disiapkan BUKAN SOAL TAKUT BERLEBIHAN, tapi soal tanggung jawab menjaga keluarga tetap aman,” tulisnya. Ia mengaku keluarganya telah mempersiapkan hal serupa sejak pandemi COVID-19.

Isi tas darurat untuk menghadapi pemadaman listrik 7 hari. [Instagram/dr Herlin Ramadhanti]Isi tas darurat untuk menghadapi pemadaman listrik 7 hari. [Instagram/dr Herlin Ramadhanti]

Dr. Herlin menyarankan agar tas darurat dirancang untuk bertahan minimal 72 jam (3 hari), mudah dibawa (gunakan ransel, bukan koper), dan disiapkan per orang. Isinya perlu diperbarui setiap 6 bulan.

Rekomendasi Isi Tas Darurat 7 Hari, dari Air hingga Emas Batangan

Berikut adalah rangkuman rekomendasi isi tas darurat yang dapat dikembangkan untuk menghadapi skenario pemadaman listrik 7 hari, pemadaman internet, hingga kelangkaan pangan:

  1. Kebutuhan Dasar (Wajib):
    Isi tas darurat untuk menghadapi pemadaman listrik 7 hari. [Instagram/dr Herlin Ramadhanti]Isi tas darurat untuk menghadapi pemadaman listrik 7 hari. [Instagram/dr Herlin Ramadhanti]

    • Air Minum: Minimal 2-3 liter per orang per hari. Prioritaskan botol kecil yang praktis.

    • Makanan Siap Santap Tahan Lama: Fokus pada real food yang padat energi dan nutrisi. Contoh: kurma, madu, minyak kelapa (VCO) atau olive oil, abon daging murni (ayam/sapi/ikan), keripik daging, kacang-kacangan panggang (almond, mete), serta cookies atau mie instan (gluten free jika perlu). Kunci: Rotasi stok setiap 6 bulan.

  2. Pakaian & Perlindungan:
    Isi tas darurat untuk menghadapi pemadaman listrik 7 hari. [Instagram/dr Herlin Ramadhanti]Isi tas darurat untuk menghadapi pemadaman listrik 7 hari. [Instagram/dr Herlin Ramadhanti]

    • 3 set pakaian ganti, jaket, selimut darurat, jas hujan, dan masker (medis & kain).

  3. P3K & Kesehatan:

    • Kotak P3K dasar (plester, kasa, betadine, obat merah, perban).

    • Suplemen pendukung daya tahan (sesuaikan kebutuhan, contoh: Vitamin C, Vitamin D, Zinc).

    • Obat-obatan pribadi dan umum (penurun panas, pereda nyeri, obat diare).

    • Handuk kecil dan eco enzyme/hand sanitizer.

  4. Dokumen & Identitas (Sangat Penting):

    • Simpan dalam map plastik tahan air: fotokopi KTP, KK, SIM, BPJS, buku kesehatan/kartu alergi.

    • Catatan kontak darurat tertulis (jika internet mati).

    • Alat Tukar: Uang tunai dalam pecahan kecil dan emas batangan (gramasi sesuai kemampuan) sebagai backup nilai tukar jika ATM dan sistem digital tidak berfungsi.

    • Buku doa kecil dan buku catatan & pulpen.

  5. Alat Darurat:

    • Senter + baterai/solar charger.

    • Power bank besar + kabel charger.

    • Peluit (sinyal minta tolong).

    • Korek api tahan air/lilin.

    • Pisau lipat/multi-tool.

    • Lakban dan tali serbaguna.

  6. Kebutuhan Khusus:

    • Bayi: Popok, susu formula, baju ganti.

    • Lansia: Kacamata cadangan, obat rutin.

    • Perempuan: Pembalut kain/menstrual cup.

Tips Penting:

  • Letakkan ransel di tempat yang mudah dijangkau, dekat pintu atau di mobil.

  • Lakukan simulasi keluarga tentang apa yang harus dilakukan jika situasi darurat terjadi.

  • Kesiapan mental dan rencana komunikasi keluarga sama pentingnya dengan perlengkapan fisik.

Tag pemadaman listrik dharma pongrekun krisis viral