Gosip

Iis Dahlia Panik Suaminya Dapat Jadwal Terbang ke Doha Saat Konflik Memanas, Begini Ceritanya

06 Maret 2026 | 13:50 WIB
Iis Dahlia Panik Suaminya Dapat Jadwal Terbang ke Doha Saat Konflik Memanas, Begini Ceritanya
Iis Dahlia dan Satrio Dewandono. (Instagram)

Pedangdut senior Iis Dahlia mengungkapkan rasa cemas yang ia rasakan ketika suaminya, Satrio Dewandono, harus menjalankan tugas penerbangan menuju Doha.

rb-1

Perjalanan tersebut terasa menegangkan baginya karena kawasan Timur Tengah diketahui sedang berada dalam situasi konflik dan ketegangan militer.

Kondisi keamanan di wilayah tersebut membuat Iis tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya. Setiap kali sang suami harus terbang melewati kawasan yang dianggap rawan, ia mengaku selalu diliputi perasaan deg-degan.

Baca Juga: Iis Dahlia Diduga Pojokkan Ressa, Kini Pamer Foto Bareng Anak Denada

rb-2

Menurut Iis, situasi penerbangan menuju beberapa wilayah di Timur Tengah memang sedang tidak stabil. Banyak jadwal penerbangan yang akhirnya dibatalkan karena mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan.

Ia menyebutkan bahwa sejumlah penerbangan bahkan tidak bisa beroperasi seperti biasa. Dampaknya, ada penumpang yang tertahan karena tidak tersedia jadwal penerbangan untuk kembali.

Foto Iis Dahlia InstagramFoto Iis Dahlia Instagram

Baca Juga: Klarifikasi Iis Dahlia Disebut Intimidasi Ressa Rossano Usai Denada Diboikot TV

Dalam pernyataannya di kanal YouTube STARPRO Indonesia, Iis mengatakan bahwa suaminya memang harus melewati wilayah tersebut sebagai bagian dari rute penerbangan.

“Banyak yang dibatalkan dan ada juga yang tidak bisa pulang karena tidak ada penerbangan. Mau tidak mau memang rutenya harus melewati wilayah itu,” ujarnya.

Momen yang paling membuatnya tegang terjadi ketika ia mengetahui bahwa sang suami tiba-tiba mendapat jadwal penerbangan menuju Doha. Kabar tersebut datang di tengah situasi Timur Tengah yang sedang memanas.

Iis mengaku langsung merasa sangat khawatir karena mengetahui wilayah tersebut sedang dalam kondisi tidak kondusif.

Meski begitu, ia berusaha untuk tidak panik secara berlebihan. Iis memilih tetap tenang sambil terus memantau kabar dari suaminya yang sedang bertugas.

Ia juga menyebutkan bahwa salah satu keponakannya tinggal di Doha dan bekerja sebagai awak penerbangan di sana. Hal tersebut sedikit membuatnya merasa lebih tenang karena masih ada keluarga yang dapat memberikan informasi langsung mengenai kondisi di wilayah tersebut.

Bahkan, hingga dini hari suaminya sempat menghubungi beberapa kenalan yang berada di Doha untuk memastikan situasi terkini. Dari percakapan itu, Iis mendapatkan gambaran tentang kondisi di kota tersebut.

Menurut informasi yang diterima, suasana di Doha tidak menunjukkan kepanikan berlebihan di kalangan masyarakat. Aktivitas seperti memborong makanan atau menyimpan bahan pokok secara besar-besaran juga tidak terjadi.

Namun demikian, ada aturan yang diberlakukan kepada masyarakat setempat, yakni larangan untuk keluar rumah demi menjaga keamanan.

Sebagai seorang istri, Iis mengaku sempat mempertanyakan keputusan suaminya yang tetap bersiap terbang ke wilayah tersebut. Ia merasa khawatir jika sang suami harus berada di daerah yang sedang menerapkan pembatasan aktivitas bagi warganya.

Beruntung, rencana penerbangan tersebut akhirnya dibatalkan. Keputusan itu membuat Iis merasa jauh lebih lega karena suaminya tidak jadi berangkat ke wilayah yang tengah dilanda ketegangan.

Di tengah situasi konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia, Iis juga menyampaikan harapan dan doanya agar perang segera berakhir. Ia mengaku kerap merasa sedih setiap kali melihat berita tentang konflik bersenjata, terutama yang terjadi di Palestine.

Iis Dahlia Dan Sang Suami Satrio Dewandono InstagramIis Dahlia Dan Sang Suami Satrio Dewandono Instagram

Ia berharap para pemimpin dunia dapat memiliki hati yang lebih lembut sehingga konflik tidak terus berlanjut. Menurutnya, perang hanya akan menimbulkan kerugian besar bagi banyak pihak, terutama masyarakat sipil.

Iis juga menyinggung kondisi warga Palestina sebagai contoh nyata dampak tragis dari konflik berkepanjangan. Baginya, masyarakat biasa sering kali menjadi korban utama dari perseteruan antarnegara.

Karena itu, ia berharap para pemimpin dunia dapat mengedepankan empati dan menghentikan konflik yang merugikan banyak orang. Bagi Iis, kemarahan dan ego hanya akan memperpanjang penderitaan tanpa memberikan solusi nyata bagi perdamaian.

Tag Iis Dahlia penerbangan Doha Satrio Dewandono