Ibu Tiri Nizam Syafei Kepergok Berduaan di Kamar dengan Anak Angkat Keturunan Arab
Anwar Satibi, ayah kandung almarhum Nizam Syafei (12) mengungkapkan sederet kejanggalan mencurigakan terkait hubungan istri dan anak angkatnya yang berdarah Arab. Pengakuan mengejutkan ini disampaikan Anwar dalam podcast bersama Denny Sumargo, Senin (23/2/2026).
Anwar menceritakan bahwa rumah tangganya bersama istri saat ini, yang merupakan ibu tiri Nizam, tidak hanya dihuni oleh mereka bertiga. Ada seorang anak angkat laki-laki berusia sekitar 17 tahun, keturunan Arab, yang telah tinggal bersama mereka sejak lama.
"Anak saya itu (Nizam) dihantem, Bang. Anak itu umur berapa? Kelas 2 SMA pada saat itu. Kalau sekarang kelas 3. Tapi emang sifatnya nakal dia," ujar Anwar dalam podcast tersebut.
Baca Juga: Cerita Sebelum Nizam ke RS, Pegang Pipi Ayah Sambil Minta Maaf
Anak angkat tersebut disebut memiliki sikap yang buruk. Anwar mengungkapkan bahwa remaja itu pernah mencuri handphone, terlibat kasus pencurian motor, mengaku pernah mabuk, bahkan kedapatan menyimpan film-film dewasa di ponselnya.
Kejanggalan Demi Kejanggalan
Baca Juga: Ayah Nizam Kenang Momen Mengejutkan Dokter Perempuan Sebut Nizam Dianiaya
Kecurigaan Anwar mulai muncul ketika ia berulang kali melihat perilaku yang tidak wajar antara istri dan anak angkatnya. Salah satu momen paling mencolok adalah ketika Anwar pulang kerja dan mendapati anak angkatnya berada di kamar bersama istrinya dalam kondisi tidak wajar.
Anwar Satibi Ayah Nizam Syafei. [YouTube]
"Saya pulang kerja, dia lagi mijitin istri saya. Dalam kondisi istri saya pakai dasteran gitu ya, setengah-setengah bugil lah. Dia (si anak angkat) pakai kolor (celana pendek), enggak pakai baju. Si anak angkat itu," ungkap Anwar.
Ia mengaku sempat berpikir positif, menganggapnya sebagai hubungan ibu dan anak biasa. Namun kejanggalan terus berulang.
"Terus seiring berjalan waktu, di kamar dia lama. Di kamar lama sama anak saya, sama si Nizam. Berdua nih. Main game. Istri saya ngomong ke saya, 'Ya coba sama ayah dinasehati, kalau sama saya tidak mau'," kenang Anwar menirukan istrinya yang menyuruhnya memeriksa.
Saat Anwar masuk kamar dan mengambil ponsel anak angkatnya, ia menemukan banyak film biru di situ.
"Yang saya kaget, banyak film (biru) di HP anak ini. Nah, saya tanya, 'Jang ieu maneh naon HP loba film?' Dikirim, dikirim ku baturan. Dikirim orang katanya," ujarnya.
Yang paling mencolok dalam hubungan istri dan anak angkat tersebut adalah sikap istri Anwar yang selalu membela anak angkatnya, bahkan ketika anak itu berkonflik dengan Nizam.
"Kalau ada apapun dengan anak saya itu, yang dihantem anak saya, Bang," tegas Anwar.
"Jadi, pantesan selama ini kalau dia berantem sama anak saya, membelanya benar-benar. Oh, ada indikasi pemikiran saya jadi bisa ke sana. Dugaannya jadi ke mana-mana gitu," imbuhnya dengan nada kecewa.
Setiap kali terjadi pertengkaran antara Nizam dan anak angkat tersebut, ibu tiri selalu memihak anak angkat. Sementara Nizam selalu menjadi sasaran kemarahan, bahkan kekerasan fisik.
"Saya sering berantem sama istri saya gara-gara anak orang lain gitu," ungkap Anwar.
Anwar juga menceritakan pengalaman pahit ketika Nizam pernah disiksa oleh anak angkatnya menggunakan kayu hingga babak belur. Saat itu, Nizam yang masih duduk di kelas 6 SD menjadi korban kekerasan remaja yang sudah duduk di bangku kelas 2 SMA.
Peristiwa penganiayaan itu bahkan sempat dilaporkan Anwar ke Polres Sukabumi setahun lalu. Namun laporan tersebut berakhir dengan mediasi setelah istrinya bersumpah akan bertobat.
"Dia sujud ke saya, jangan lapor mama mau taubat. Akhirnya terjadi perdamaian," kenang Anwar.
Pernyataan Mencengangkan Anak Angkat
Anwar Satibi ayah Nizam Syafei di podcast Denny Sumargo. [YouTube]
Satu hal yang membuat Anwar terus penasaran hingga kini adalah pernyataan anak angkatnya saat suatu kali terlibat pertengkaran dengan istri Anwar. Remaja itu mengatakan sesuatu yang baru disadari maknanya setelah kejadian ini.
"Dia pernah ngomong gini, 'Demi Allah Rasulullah ya, Dedek teh diajarkan enggak benar juga oleh mama'," ujar Anwar mengulang pernyataan anak angkatnya.
Saat itu Anwar mengartikan "diajarkan tidak benar" sebagai tindakan mencuri atau perilaku buruk lainnya. Namun setelah rangkaian kejadian ini, ia mulai berpikir ke arah yang berbeda.
"Cuman jadi waktu itu pemikiran saya, saya pikir suka enggak benar mencuri. Enggak mengarah ke sana. Di mana? Enggak mengarah ke sana. Iya. Iya. Kayak gitu. Iya. Astagfirullah. Kalau sekarang saya jadi kepikiran ya," ungkap Anwar dengan nada gelisah.
Anak Angkat Kabur saat Anwar Pulang
Kecurigaan Anwar semakin menguat ketika suatu kali ia pulang ke rumah tanpa memberi tahu. Saat itu, ia mendapati anak angkatnya berada di rumah, padahal sebelumnya ia selalu diingatkan untuk tidak pulang karena katanya banyak orang yang mencari dan membawa golok.
"Anak itu ada di rumah, Bang. Di meja itu makanan semua ada. Ada jeruk di dapur, ada bebek ayam, ada apa. Pokoknya semua ada. Dan anak itu pun lari. Lari kenapa lari? Kabur melihat saya itu takut," kisah Anwar.
Baginya, reaksi kabur tersebut sangat mencurigakan. "Jadi justru dengan melihat hal seperti itu, saya lebih kuat pemikiran saya. Kalau dia enggak punya salah, ngapain harus takut sama saya?" ujarnya.
Hingga kini, Anwar mengaku tidak tahu keberadaan anak angkat tersebut. Ia yakin istrinya menyembunyikan remaja itu dengan sangat rapi. Bahkan ATM sudah diberikan sehingga sang anak tidak perlu datang langsung untuk menerima kiriman uang.
"Saya pun sekarang tidak tahu anak ini ada di mana. Tapi saya yakin anak ini istri saya tahu gitu. Karena anak ini sudah dibuatkan ATM sama istri saya. Jadi, dia enggak perlu datang. Kalau mau ngasih bekal ke anak itu ya tinggal kirim," ungkap Anwar.
Semua kejanggalan ini berujung pada tragedi kematian Nizam yang ditemukan dengan luka bakar di sekujur tubuh, diduga akibat dipaksa minum air panas oleh ibu tirinya.
Sebelum meninggal, Nizam sempat memberikan kesaksian dalam video yang kini viral, mengaku "disuruh minum air panas sama mama".
Kasus ini kini tengah dalam proses penyidikan Polres Sukabumi dengan pendekatan scientific crime investigation. Sebanyak 16 saksi telah diperiksa, sementara hasil laboratorium forensik dari Pusdokkes Polri masih ditunggu untuk menentukan penyebab pasti kematian Nizam.