Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Kena Sentil Wali Kota Ternate karena Jarang Kunjungan
Baru-baru ini, nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda hangat diperbincangkan karena kena sentil Wali Kota (Walkot) Ternate Tauhid Suleiman. Dalam sebuah kesempatan, Walkot Ternate Tauhid Suleiman mengungkatkan kritikannya terhadap Sherly Tjoanda.
Tauhid Suleiman menyebut Sherly Tjoanda jarang melakukan kunjungan ke berbagai daerah di Maluku Utara. Ia dengan tegas mengatakan pernah meminta untuk bertemu dengan Sherly tapi urung terlaksana.
"Karena kalau dipahami legesi saya, berarti yang dikejar itu citra saya.
Baca Juga: Bak Putri Duyung, Gubernur Maluku Utara Kibarkan Bendera di Bawah Laut Rayakan HUT RI
Nah saya pernah meminta untuk bertemu tapi mungkin karena waktu dan kesempatan yang tidak pernah ada. Ibu mungkin lebih banyak di luar," ungkap Tauhid Suleiman, dikutip dari Instagram folkshitcok, pada Jumat, (19/12/2025).
Dengan tegas Tauhid meminta agar sang gubernur melakukan kunjungan ke semua wilayah di Maluku Utara.
Baca Juga: Sherly Tjoanda Menangis Ratapi Nasib Ketiga Anaknya, sang Gubernur Maluku Utara Ungkap Pilu Hatinya!
"Saya minta untuk Gubernur Maluku Utara lakukan kunjungan di semua Kabupaten Kota yang ada di provinsi Maluku Utara," pungkasnya.
Tak tinggal diam, Sherly Tjoanda langsung memberikan klarifikasinya. Ia mengaku pernah melakukan kunjungan kelurahan tetapi tidak bertemu dengan sang wali kota.
Wali Kota Ternate [Sumber: Instagram]
"Terima kasih pak wali, menjadi catatan untuk kami, untuk melakukan kunjungan kerja di Kota Ternate saya belum ke kantor wali kotanya dan Tidore saya juga belum ke kantor wali kota Tidore.
Selain daripada itu, saya sudah melakukan kunjungan kerja ke masing-masing," ujar Sherly Tjoanda.
Ia juga mengatakan setiap kegiatannya yang sering berubah-ubah sudah diinformasikan kepada kepala daerah yang akan dikunjungi.
"Untuk kemudian, setiap kegiatan saya di Kota Ternate atau kabupaten kota lainnya, untuk diinfokan kepada kepala daerah masing-masing karena biasanya jadwal saya berubah dengan sangat cepat.
Terutama RTLH ketika saya ada waktu kosong 30 menit langsung saya tiba-tiba turun (ke daerah-daerah), tapi jadwal saya biasanya protokol selalu tahu. Jadi walaupun dadakan diinformasikan kepada PIC protokol masing-masing untuk disampaikan kepada kepala daerah," papar Sherly Tjoanda lagi.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda [Sumber: Instagram]
Ia juga mengungkapkan pernah beberapa kali melakukan kunjungan ke Kota Ternate. Namun, saat ia berkunjung, sang wali kota tidak ada di tempat.
"Sebagai catatan untuk kunjungan kelurahan, saya pernah kunjungan kelurahan dengan pak menkum waktu itu, tetapi pak walikota tidak hadir. Waktu itu acaranya Posbankum di Kota Ternate sampai ke kelurahan yang ada hanya ibu lurah. Pak sekda pun tidak ada, pak wali pun tidak ada.
Saya bertanya ke pak lurah, mana pak wali? katanya ndak hadir. Jadi saya juga tidak enak dengan pihak kementrian hukum," papar Sherly.
Ia lantas mengungkapkan kunjungannya yang lain.
"Saya juga pernah kunjungan ke PTSP itu bukan rencana kita, itu program DPR RI komisi IX kalau nggak salah. Mereka tidak tahu kalau PTSP itu adanya di ibu kota provinsi Sofifi, harus menyeberang lagi. Karena mereka tidak mau menyeberang mereka memutuskan ke Kota Ternate, saya kebetulan bersama wakil ketua komisinya, sehingga kita turun sebentar kemudian naik. Itu bukan rencana provinsi tapi protokol kementerian.
Sherly lantas berharap agar komunikasi antara provinsi dan kabupaten atau kota dapat terjalin lebih baik.
"Mungkin ke depan jalur komunikasinya bisa lebih baik. Ke depannya diharapkan ada komunikasi lebih baik jikapun acara itu dilakukan oleh kementerian dan kalau pun dadakan untuk segera mengomunikasikan kepada protokol kabupaten atau kota terkait, sehingga tidak terjadi miskomunikasi," tuturnya.
Sebagai pemimpin daerah, Sherly Tjoanda berjanji akan berbenah menjadi lebih baik.
"Saya menyadari penuh bahwa provinsi tidak ada tanpa kabupaten kota, kabupaten kota berahasil, maka provinsi berhasil. Tugas kita provinsi hanya koordinator, daerah butuh apa kita sampaikan ke kementerian, daerah ada masalah apa kita bantu koordinasi karena hanya itu tugas provinsi, Terima kasih pak wali atas masukannya dan akan ada perbaikan dari kami provinsi di tahun 2026," pungkas Sherly Tjoanda.