Gegara Satu Orang Tertusuk Jarum, 30 Karyawan Pabrik Boneka PT Aurora di Cianjur Kesurupan Massal
Peristiwa mengerikan menimpa puluhan karyawan di pabrik boneka di Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Puluhan karyawan di pabrik itu mengalami kesurupan massal pada Senin (24/11/2025).
Karyawan lainnya pun berhamburan keluar gedung pabrik usai mengetahui puluhan temannya kesurupan.
Baca Juga: Kronologi Perselingkuhan Guru PPPK Karawang, Chat Mesum Dibongkar Istri Berujung Dipecat
Dalam video yang tersebar di media sosial dan langsung viral, terlihat para karyawan pabrik boneka itu berlari keluar ketakutan saat melihat teman-teman mereka yang lainnya tiba-tiba berteriak-teriak dan menangis tanpa sebab yang jelas.
Dalam video lain juga tampak para petugas keamanan pabrik segera menolong puluhan karyawan yang kesurupan.
Baca Juga: Tak Bisa Berhitung, Siswa SMPN Subang Gemetar Dicecar KDM
Dari keterangan Kapolsek Sukaluyu, AKP Akhmad Tri Lesmana diketahui, ada sekitar 30 karyawan yang mengalami kesurupan saat anggota kepolisian datang ke lokasi dan mengecek.
Para Karyawan Yang Kesurupan Berusaha Ditenangkan (Instagram)"Anggota langsung ke lokasi begitu mendapatkan informasi adanya kesurupan massal. Total ada 30 karyawan yang mengalami gejala serupa," kata Akhmad.
Menurut Akhmad, para karyawan yang kesurupan langsung dipulangkan, sedangkan karyawan lainnya tetap melanjutkan bekerja.
"Tidak diliburkan, begitu yang histeris dievakuasi dan ditenangkan. Karyawan lainnya tetap bekerja," tuturnya.
Sementara itu, Staff General Affair (GA) PT Aurora Aji Iksan membeberkan kronologi kejadian mengerikan itu.
Salah Satu Karyawan Yang Kesurupan (Instagram)Peristiwa itu berawal dari salah satu karyawan yang diduga jarinya tertusuk jarum saat bekerja membuat boneka.
Namun tiba-tiba, karyawan lainnya panik dan mulai berteriak-teriak histeris.
"Memang benar tadi ada kesurupan. Tapi penyebab pastinya kami belum tahu. Katanya ada yang kena tusuk jarum, kemudian teriak, dan yang lain ikut-ikutan panik," jelas Aji.
Aji mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar satu jam sebelum akhirnya kondisi kembali tenang.
"Kurang lebih satu jam ricuhnya, ada yang teriak ada yang nangis karena takut," ujarnya
"Yang terkena dipulangkan, diantar perusahaan juga. Untuk mencegah supaya tidak makin banyak yang ikut panik. Kondisinya sekarang sudah normal kembali, sudah istirahat, sudah makan juga," terang Aji.
"Sekarang sudah normal lagi. Supervisor juga sudah memberi pengarahan pencerahan agar kalau ada masalah atau kondisi tidak enak segera sampaikan, jangan dipaksakan," tandasnya.