Film Park Chan Wook No Other Choice Tersingkir dari Daftar Final BAFTA 2026
Film terbaru karya sutradara ternama Korea Selatan, Park Chan Wook, berjudul No Other Choice, kembali menghadapi hasil kurang menggembirakan di ajang penghargaan internasional.
Dikutip dari Allkpop pada Kamis (29/01/2026), film bergenre dark comedy tersebut dipastikan tidak masuk dalam daftar nominasi final British Academy Film Awards (BAFTA) ke-79 yang diumumkan pada 28 Januari. Kegagalan ini menambah daftar hasil mengecewakan No Other Choice sepanjang musim penghargaan tahun ini.
British Academy of Film and Television Arts (BAFTA) mengumumkan lima nominasi akhir untuk kategori Best Film Not in the English Language.
Baca Juga: Main Film Setannya Cuan Singgung Judi Online, Aming: Alhamdulillah Aku Nggak Pernah
Sayangnya, No Other Choice tidak termasuk di dalamnya, meskipun sebelumnya berhasil masuk dalam longlist berisi 10 judul.
Kelima film yang akhirnya terpilih berasal dari berbagai negara, yaitu It Was Just an Accident (Iran), The Secret Agent (Brasil), Sentimental Value (Norwegia), Sirat (Spanyol–Prancis), serta The Voice of Hind Rajab (Tunisia–Prancis). Kelima judul tersebut juga merupakan film yang mendapat pengakuan di ajang Academy Awards atau Oscar tahun ini.
No Other Choice
Baca Juga: Intip Sinopsis Film Check Out Sekarang, Pay Later: Amanda Manopo Terjerat Utang Pinjol!
Kegagalan No Other Choice tidak berhenti di kategori film non-Inggris. Film ini juga absen dari seluruh kategori utama BAFTA lainnya, termasuk Best Film, Best Director, Best Screenplay, maupun kategori akting. Aktor utama Lee Byung Hun, yang sebelumnya diunggulkan berkat penampilan menawannya, juga tidak memperoleh nominasi Best Actor.
Hal ini cukup kontras dengan reputasi Park Chan Wook sebagai sutradara yang kerap menuai pujian kritikus internasional lewat karya-karya berani dan khasnya.
Sebelumnya, No Other Choice sempat mencatatkan tiga nominasi di Golden Globe Awards, masing-masing untuk Best Musical or Comedy, Best Non-English Language Film, serta Best Actor untuk Lee Byung Hun. Namun, film ini pulang tanpa satu pun piala.
Selain itu, film tersebut juga gagal melaju ke nominasi akhir kategori International Feature Film di Academy Awards, meski sempat masuk dalam daftar shortlist berisi 15 film. Rentetan kegagalan ini membuat perjalanan No Other Choice di musim penghargaan berjalan cukup berat.
Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada film animasi Netflix KPop Demon Hunters, yang sama sekali tidak masuk dalam nominasi BAFTA. Menurut laporan The Korea Herald, film tersebut tidak memenuhi syarat kelayakan BAFTA karena tidak dirilis secara komersial di bioskop Inggris.
Berdasarkan aturan BAFTA, sebuah film harus diputar di setidaknya 50 layar bioskop komersial di Inggris selama minimal tujuh hari, atau sekitar 350 kali pemutaran, agar dapat dipertimbangkan. Versi sing-along yang sempat dirilis kemudian juga tidak memenuhi ambang batas tersebut.
Padahal, di ajang Oscar, KPop Demon Hunters justru meraih nominasi Best Animated Feature dan Best Original Song untuk lagu “Golden,” serta memenangkan kategori yang sama di Golden Globe dan Critics’ Choice Awards.
Sementara itu, film Bugonia karya Yorgos Lanthimos justru mencuri perhatian dengan meraih lima nominasi BAFTA, termasuk Best Director dan Best Adapted Screenplay. Film ini merupakan remake berbahasa Inggris dari film kultus Korea Save the Green Planet! karya Jang Joon Hwan.
Keberhasilan Bugonia menunjukkan ironi tersendiri, mengingat film tersebut merupakan adaptasi dari karya Korea, sementara film terbaru sutradara Korea ternama justru tersisih dari persaingan utama. Bugonia sebelumnya juga mengantongi empat nominasi Oscar, termasuk Best Picture dan Best Actress untuk Emma Stone.
Poster Film Korea No Other Choice Website
Ajang BAFTA Film Awards ke-79 dijadwalkan berlangsung pada 22 atau 23 Februari di Southbank Centre, London, tergantung zona waktu.
Meski No Other Choice gagal menembus nominasi final, nama Park Chan Wook tetap dipandang sebagai salah satu sutradara paling berpengaruh di perfilman global.
Hasil ini pun tidak menghapus reputasi dan kontribusinya, melainkan menjadi pengingat bahwa persaingan di panggung penghargaan internasional semakin ketat dan tidak selalu sejalan dengan ekspektasi.