Film

Epy Kusnandar Tutup Usia, Ini Rekam Jejak Epy Kusnandar di Layar Kaca Indonesia

03 Desember 2025 | 18:43 WIB
Epy Kusnandar Tutup Usia, Ini Rekam Jejak Epy Kusnandar di Layar Kaca Indonesia
Epy Kusnandar [Instagram]

Industri pertelevisian Indonesia tengah berduka. Aktor senior yang wajahnya telah menghiasi layar kaca keluarga Indonesia selama puluhan tahun, Epy Kusnandar, dilaporkan meninggal dunia pada hari ini, Rabu (3/12).

rb-1

Informasi mengenai berpulangnya sang aktor dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga terdekat. Istri almarhum, Karina Ranau, menyampaikan kabar duka tersebut melalui media sosial, menyebutkan bahwa suaminya menghembuskan napas terakhir pada pukul 14.23 WIB.

Saat ini, jenazah Epy disemayamkan di rumah duka Harmony Residence 88, Jalan Pasir, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Suasana haru tampak menyelimuti kediaman tersebut seiring berdatangannya pelayat dari kalangan selebritas maupun kerabat dekat.

Baca Juga: Wasiat Epy Kusnandar Ingin Dimakamkan di Garut, Begini Kata sang Istri

rb-2

Pihak keluarga telah menjadwalkan prosesi pemakaman untuk mendiang. Rencananya, jenazah akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut pada esok hari, Kamis (4/12), mulai pukul 08.00 WIB.

Kepergian Epy Kusnandar meninggalkan jejak yang sangat mendalam dalam sejarah sinetron dan pertelevisian Tanah Air. Ia bukan sekadar aktor pelengkap, melainkan figur sentral yang mampu menghidupkan berbagai karakter ikonis di televisi.

Baca Juga: Innalillahi, Aktor Epy Kusnandar Meninggal Dunia, Sang Istri Tulis Pesan Sendu

Epy memulai langkah awalnya di dunia layar kaca pada pertengahan tahun 1990-an. Debut sinetronnya tercatat pada tahun 1996 melalui judul 1 Kakak 7 Ponakan. Meski saat itu belum menjadi pemeran utama, bakat aktingnya yang natural sudah mulai mencuri perhatian produser.

Lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini membawa disiplin teater yang kuat ke dalam akting televisinya. Hal ini membuatnya memiliki jangkauan ekspresi yang luas, memungkinkannya bermain dalam genre drama maupun komedi dengan sama baiknya.

Epy Kusnandar [Instagram]Epy Kusnandar [Instagram]

Nama Epy Kusnandar mulai meledak dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat luas pada pertengahan tahun 2000-an. Momen tersebut terjadi ketika ia bergabung dalam komsit (komedi situasi) populer berjudul Suami-Suami Takut Istri yang tayang mulai tahun 2007.

Dalam sitkom tersebut, Epy memerankan karakter "Dadang", seorang satpam komplek yang genit namun takut istri. Karakter Dadang menjadi sangat fenomenal berkat improvisasi Epy yang cerdas dan logat Sunda yang kental, membuatnya menjadi salah satu daya tarik utama tayangan tersebut.

Kesuksesan peran Dadang membuka pintu lebar bagi Epy untuk membintangi berbagai judul sinetron lainnya. Ia tercatat pernah bermain dalam sinetron drama Safa dan Marwah (2009-2010), menunjukkan bahwa ia juga mampu berakting dalam nuansa yang lebih serius.

Namun, puncak karier televisi Epy Kusnandar tak terbantahkan ada pada serial Preman Pensiun. Mulai tayang pada tahun 2015, sinetron ini menempatkan Epy sebagai pemeran utama dengan karakter Muslihat atau yang lebih dikenal sebagai "Kang Mus".

Peran Kang Mus adalah transformasi besar dari citra komedi Epy sebelumnya. Di sini, ia memerankan sosok mantan preman yang menjadi tangan kanan pemimpin, yang kemudian harus memimpin rekan-rekannya beralih profesi menjadi pengusaha kecimpring.

Karakter Kang Mus digambarkan dengan sangat kompleks: tegas, berwibawa, namun memiliki sisi humanis dan humoris yang halus. Peran ini begitu melekat hingga masyarakat sering kali lebih mengenalnya sebagai Kang Mus daripada nama aslinya.

Epy Kusnandar [Instagram]Epy Kusnandar [Instagram]

Dedikasi Epy terhadap peran ini sangat tinggi. Serial Preman Pensiun bertahan hingga bertahun-tahun dengan berbagai musim (season), dan Epy tetap konsisten menjaga kualitas karakternya meski di tengah kondisi kesehatannya yang sempat menurun akibat stroke.

Selain sinetron striping, Epy juga merupakan raja di format Film Televisi (FTV). Puluhan judul FTV telah ia bintangi, sering kali memerankan karakter rakyat kecil yang dekat dengan realitas sosial masyarakat Indonesia.

Kualitas aktingnya di FTV bahkan mendapatkan pengakuan tertinggi dari insan perfilman. Pada tahun 2012, Epy memenangkan Piala Vidia dalam Festival Film Indonesia (FFI) untuk kategori Pemeran Pendukung Pria FTV Terbaik lewat judul Maaf, Lebaran Ini Kami Tidak Pulang.

Di tahun-tahun terakhir sebelum kepergiannya, Epy masih aktif berkarya. Ia sempat tampil dalam Suparman Reborn (2022) dan Amanah Wali 6 (2022), membuktikan bahwa semangatnya untuk menghibur pemirsa televisi tidak pernah padam oleh usia.

Kini, layar kaca Indonesia kehilangan salah satu aktor karakter terbaiknya. Dari sosok Dadang yang jenaka hingga Kang Mus yang berwibawa, Epy Kusnandar telah memberikan warna tersendiri yang akan selalu dikenang oleh penonton televisi Indonesia.

Tag Epy Kusnandar Kabar Duka Epy Kusnandar Meninggal Dunia