Dewi Perssik Mengamuk! Tuding Video Soal Aceh Diedit Demi Politik
Jagat media sosial kembali riuh dengan perdebatan yang melibatkan penyanyi dangdut kenamaan, Dewi Perssik. Kali ini, sorotan publik mengarah pada serangkaian pernyataan sang biduan terkait respons masyarakat terhadap penanganan bencana banjir yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera.
Kontroversi bermula dari sesi siaran langsung yang dilakukan oleh wanita yang akrab disapa Depe ini. Dalam video yang kemudian tersebar luas di berbagai akun gosip, Dewi Perssik menyoroti adanya keluhan masyarakat mengenai kehadiran pemerintah pusat di lokasi bencana.
Dewi secara spesifik membandingkan situasi di Aceh dengan penanganan bencana di Jember dan Lumajang, Jawa Timur. Menurutnya, masyarakat Aceh patut bersyukur karena telah dikunjungi oleh Presiden hingga tiga kali.
Baca Juga: Dewi PerssikĀ Minta Prabowo Jadi Presiden Seumur HidupĀ Usai Dihujat Gegara Singgung Bencana Aceh
"Masih mending kamu didatengin Aceh sama Presiden tiga kali. Kita Lumajang, Jember belum didatengin masih. Tapi nggak berisik," ujar Dewi Perssik dalam potongan video yang beredar.
Lebih lanjut, Dewi memberikan contoh konkret mengenai bencana letusan Gunung Semeru. Ia menekankan bahwa meskipun minim kunjungan dari pimpinan negara saat peristiwa tersebut terjadi, warga setempat tidak lantas membuat kegaduhan di ruang publik digital.
Baca Juga: Putri Anne Go Public? Foto Cium Pipi Pria Misterius Bikin Heboh
Reaksi publik pun tak terbendung. Banyak warganet yang menilai narasi yang dibangun oleh mantan istri Aldi Taher ini tidak sensitif atau nirempati terhadap para korban yang sedang menderita.
Menanggapi gelombang kritik yang deras, Dewi Perssik tidak tinggal diam. Ia segera memberikan klarifikasi dan pembelaan diri. Dewi menduga ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja memotong dan menyunting videonya untuk menggiring opini negatif.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (23/12/2025), Dewi mengunggah ulang konten dari akun yang diduga menyebarkan video editan tersebut. Ia menyebut bahwa keributan yang terjadi hanyalah kesalahpahaman akibat informasi yang tidak utuh.
Cuplikan Story Instagram Dewi Perssik [Sumber: Instagram]
"Ini salah satu orang yang diduga memotong edit video saya. Sampai ribut orang salah paham. Istigfar Mbak @cutbul_asli, jangan dijadikan bencana untuk kepentingan pribadi dan politik," tulis Dewi dalam keterangannya.
Ia secara terbuka menyebut akun @cutbul_asli sebagai pihak yang turut andil dalam penyebaran video yang dianggapnya menyesatkan.
Untuk meluruskan persepsi publik, Dewi kemudian membagikan versi utuh dari video pernyataannya. Dalam versi lengkap tersebut, Dewi menegaskan bahwa kritiknya bukan ditujukan kepada seluruh warga Aceh, melainkan spesifik kepada oknum-oknum provokator yang menyebarkan berita bohong (hoaks) dan memperkeruh suasana.
"Alhamdulillah, ini baru gak ada potongan videonya. Terima kasih mas-mas Aceh ini gak gagal paham maksud saya. Kerjaan siapa sih yang doyan motong-motong video dan sebarin berita hoax? Ga ada angin tiba-tiba nyerang yang enggak-enggak," tambahnya dalam unggahan terpisah.
Selain klarifikasi soal video, Dewi Perssik juga menekankan poin utama yang ingin ia sampaikan, yakni ajakan untuk berkontribusi nyata ketimbang sekadar berkomentar negatif. Ia meminta masyarakat untuk mengubah energi keluhan menjadi aksi solidaritas, seperti memberikan donasi bagi para korban.
"Ya setidaknya, kalau misalkan enggak ngasih bantuan secara energinya buat korban-korban bencana ya setidaknya donasi lah. Kalau misalkan enggak punya duit jarinya dipakai yang baik-baik, bukan malah memecah belah rakyat," tegasnya.
Dewi juga menyoroti fenomena hujatan kepada pemerintah yang marak terjadi di media sosial. Ia menyayangkan adanya fitnah yang ditujukan kepada Presiden di tengah upaya penanggulangan bencana. Baginya, jari netizen seharusnya digunakan untuk hal-hal yang mempersatukan bangsa, bukan memecah belah.
Cuplikan pada saat Dewi Perssik Komentari Bencana Di Aceh [Sumber: Instagram]
Dari sisi pengalaman pribadi, Dewi menceritakan perspektifnya sebagai seorang ibu yang memiliki anak di kesatuan TNI. Ia mengaku menyaksikan sendiri betapa beratnya perjuangan aparat di lapangan. Menurut kesaksiannya, para personel TNI bekerja siang malam, bahkan harus berjalan kaki menembus medan sulit untuk mendistribusikan bantuan ke daerah terisolir.
Di tengah polemik ini, Dewi juga mencurigai adanya motif politik yang menunggangi isu bencana. Ia berspekulasi bahwa kegaduhan yang terjadi mungkin dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki ambisi kekuasaan atau ingin menjatuhkan citra pemerintah saat ini.
"Tapi ya Allah, pada nirempati banget. Yang ngata-ngatain. Makanya ya mungkin ada kepentingan kali. Ada orang yang kepengin jadi Presiden kali," sindirnya.
Sebagai bentuk dukungannya terhadap pemerintah pusat, Dewi Perssik menutup pernyataannya dengan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai kinerja Presiden sudah sangat maksimal dan bahkan melontarkan pernyataan hiperbolis sebagai bentuk dukungan moral.
"Tapi kalau aku pribadi sih, kayaknya Bapak Prabowo harus jadi Presiden seumur hidup deh," pungkasnya.
Sementara itu, akun @cutbul_asli yang dituding oleh Dewi Perssik langsung memberikan respons tegas. Pemilik akun tersebut membantah telah melakukan penyuntingan video demi kepentingan pribadi dan balik menuding Dewi sebagai sosok yang sebenarnya kurang empati dan sedang mencari panggung (pansos).
"Nirempati sebenarnya kamu mbak @dewiperssik9. Bisa-bisanya kepedean kamu diduga saya orang yang memotong dan edit video dia. Masyarakat sekarang udah pada pinter ya, kasihan kamu cari pembelaan," tulis akun @cutbul_asli dalam bantahannya.