Gosip

Buntut Kematian Lula Lahfah, Netizen Suruh Dokter Jantung Belajar Lagi

26 Januari 2026 | 13:01 WIB
Buntut Kematian Lula Lahfah, Netizen Suruh Dokter Jantung Belajar Lagi
dr Bobby Arfhan Spesialis Jantung diceramahi netizen. [Instagram]

Duka atas meninggalnya selebgram Lula Lahfah memicu gelombang perdebatan medis yang tidak sehat di media sosial, di mana beberapa netizen dengan percaya diri menyerang pendapat para dokter spesialis jantung.

rb-1

Pemicunya adalah keterangan awal yang menyebutkan Lula Lahfah meninggal karena sudden cardiac arrest (henti jantung mendadak) dan riwayat penyakitnya yang pernah menderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).

Informasi yang belum dikonfirmasi secara medis ini langsung memicu kesimpulan spekulatif di kalangan publik awam.

Baca Juga: Merinding! Begini Kesaksian ART Dengar Suara Lula Lahfah Jam 2 Pagi

rb-2

Situasi memanas ketika dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP (K) seorang dokter spesialis jantung di RS Eka Hospital Permata Hijau, menuliskan penjelasan sederhana di platform Thread.

“GERD ga bikin sakit jantung. Udah itu aja,” tulis dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP (K) pemilik akun @drbobbyjantung.

Baca Juga: Nasib Kucing Kesayangan Lula Lahfah Dipertanyakan, Kini Sudah Diurus oleh Sosok Ini

Netizen menyerang pernyataan dr Bobby Arfhan Spesialis Jantung. [Thread]Netizen menyerang pernyataan dr Bobby Arfhan Spesialis Jantung. [Thread]

Pernyataan faktual tersebut justru diserbu oleh sejumlah netizen yang merasa lebih paham. Alih-alih mendengarkan penjelasan ahli, mereka malah memberikan "ceramah" dan menyuruh sang dokter untuk "nonton TikTok jangan belajar terus".

“gak bikin sakit jantung tapi dada sesak, kematian lula henti nafas, henti nafas henti jantung karna kurangnya oksigen... belajar lagi deh dok !!” tulis satu akun dengan nada menggurui.

Akun lain, @hestisyawalia, bahkan menantang dengan pengalaman personal: “yang bilang Gerd gak ada hubungannya sama jantung sini maju emakku sudah bertahun tahun survive sama pembengkakan jantung yang diawali penyakit Gerd kronis...”

Menanggapi hal ini, dr. Bobby dan rekannya, dr. Vito, yang juga dokter spesialis jantung, mencoba memberikan penjelasan yang sabar dan edukatif. 

Dr Bobby Arfhan SpJp. [Instagram]Dr Bobby Arfhan SpJp. [Instagram]

“Mbak ga ada hubungan gerd dengan jantung bengkak mbak. Pembengkakan jantung bs disebabkan banyak hal,” balas dr. Bobby.

Sementara dr. Vito menanggapi dengan profesional, memperkenalkan diri dan menawarkan sumber edukasi yang dapat diakses.

“tapi GERD memang tidak ada hubungan sama jantung smoga emak nya membaik dan stabil ya sekarang ijin berkenalan saya dokter spesialis jantung, pengalaman praktek dokter 17 tahun menulis 15 buku dan 1000 an video edukasi di youtube. Boleh di simak, pasti bermanfaat utk lebih mengerti keadaan emak. Salam hormat ya,” balas @doktervito

Mendengar penjelasan tersebut, akun @hestisyawalia akhirnya meminta maaf.

"gaes maaf yaa soal thread tadi, aku minta maaf sama semua dokter yang udah balas thread aku barusan.. sekali lagi maafın aku yg gatau apa apa ini, mamaku udah berkali kali bolak balik dokter speliasis jantung dan selalu dibilangnya karena ada GERD. makanya hopeless maafın aku teman teman, seluruh dokter makasih, semoga ini jadi pembelajaran buat aku" tulisnya.

Namun, beberapa netizen tetap pada pendiriannya dengan emosi tinggi. 

“Jangan bacot kalau blm pernah ngerasain serangan jantung akibat GERD ANXIETY!!!!!!!!!!!” tulis seorang netizen.

Menanggapi kalimat yang penuh amarah ini, dr. Bobby hanya membalas dengan tenang, “Mbak ada apa? Sehat?”

Di tengah riuh rendah serangan tersebut, masih ada suara waras yang mendukung penjelasan medis. Netizen seperti @wita_de mendukung.

“GERD tdk bikin sakit jantung, GERD gak bikin henti jantung mendadak. Jauh banget.” 

Sementara @sashimith mengkritik fenomena unik ini.

“Same energy. Kolom replynya pada ngatain dokternya gblk padahal yang ngomong dokter spesialis jantung, konsultan pula.”

Debat ini menyoroti dua masalah besar di era informasi digital, yakni kecenderungan mengutamakan pengalaman pribadi atau informasi tidak utuh dari media sosial di atas otoritas ilmu kedokteran, serta bahayanya mendiagnosis dan menyimpulkan penyebab kematian seseorang hanya berdasarkan kabar yang beredar, apalagi tanpa autopsi resmi.

Ahli medis berulang kali menjelaskan bahwa GERD dan penyakit jantung adalah dua kondisi berbeda. Gejala GERD, seperti nyeri dada, memang bisa menyerupai serangan jantung, sehingga memerlukan diagnosis yang tepat oleh tenaga medis.

Namun, GERD sendiri tidak secara langsung menyebabkan kerusakan struktural pada jantung seperti serangan jantung atau sudden cardiac arrest.

Tag dokter jantung dr Bobby Jantung dr Bobby Arfhan Lula Lahfah Spesialis Jantung