Bak Film Mirracle In Cell No.7, Ibu Korban Pencabulan di Balikpapan Minta Suaminya Dibebaskan
Kisah pilu datang dari keluarga di Balikpapan yang dibagikan oleh akun Instagram @arkaba02. Akun Instagram tersebut merupakan milik seorang ibu bernama Sinta Bela Arkusnadi yang anaknya menjadi korban pencabulan.
Sinta menangis meminta agar suaminya yang kini dipenjara untuk dibebaskan. Pasalnya, penahanan terdakwa FR (30) masih perlu dikaji ulang.
Sebagai informasi, sidang pembacaan tuntutan sesuai ketentuan perlindungan anak telah berlangsung tertutup di Pengadilan Negeri Balikpapan pada 15 Oktober 2025 lalu. Namun, pihak kuasa hukum terdakwa membantah dan bersikeras menolak dakwaan tersebut karena tidak didukung bukti yang kuat.
Baca Juga: Ngaku Dipukul Rizky Irmansyah, Nikita Mirzani Beryukur Ada Saksi
Sembilan saksi yang dihadirkan dinilai tidak memberi keterangan yang sesuai dengan substansi permasalahan. Lewat Instagramnya, Sinta Bela mengaku dibungkam.
"Kami dibungkam, disalahkan, dijadikan tersangka tanpa bukti valid dengan memaksakan keadaan," ungkap arksba02, dikutip pada Minggu, (2/11/2025).
Baca Juga: Prabowo Gak Suka Omon-Omon, Raffi Ahmad Sering Terjun ke Lapangan Jalankan Tugas Utusan Khusus Presiden
Selain itu, Sinta juga membuat video klarifikasi dan meminta Presiden Prabowo untuk membantu pembebasan suaminya.
"Saya Sinta Bela ibu korban pencabulan anak usia 2 tahun di Balikpapan Kaltim memohon kepada Yang Mulia Hakim untuk membebaskan suami saya/papi cila, karena suami saya bukan pelaku yg mencabuli anak kandungnya," tulis arksba02 dikutip pada Minggu, (2/11/2025).
Ibu Korban Pencabulan Di Balikpapan Minta Suaminya Dibebaskan Cc Instagram
Ia mengaku selalu bersama suami dan anaknya, sehingga tahu betul tidak mungkin suaminya melakukan tindakan tak beradab itu.
"24jam saat suami dan anak bersama saya selalu ada dan menjadi saksi hidup kedekatan anak dan bapak kandung ini, disaat kejadian anak saya mengeluh kesakitan pertama kalipun posisi suami saya masih bekerja, kami memang gagal menjaga anak tapi kami bukan penjahat yang tega menyakiti anak kami," paparnya.
Selain itu, ia juga memohon agar meninjau ulang permasalahan yang sedang dihadapi suaminya.
"Kami memohon kepada Yang Mulia Hakim untuk melihat Fakta yang sesungguhnya, walaupun semua bukti pelaku sesungguhnya dianggap hilang/bersih tapi bukan berarti suami saya pelaku yang mencabuli anak kandungnya, kami sudah menjadi korban, kami melaporkan namun kami juga yg disalahkan dituduh dan dipenjarakan, kami memohon untuk kebebasan Febrio Ramadhan karena papi cila bukan pelakunya," pintanya lagi.
Pertemuan Korban Pencabulan Di Balikpapan Dengan Ayahnya Yang Dipenjara Cc Instagram
Bahkan, Sinta mengaku hingga detik ini, putrinya masih terus mencari sang ayah.
"sampai detik ini pun ank kami mencari keberadaan bapak kandungnya yg sdh dipenjara dri Maret 2025. Teman-teman tolong dibantu tag @pnbalikpapan @komisiyudisialri @humasmahkamahagung. Terima kasih," pungkasnya.
Bak film Korea Miracle in Cell No 7, kisah pilu Sinta itu pun menuai simpati dari netizen.
"Ya Allah, kasus ini sudah berbulan-bulan ga juga ketemu titik terangnya, buk yang kuat ya semoga setelah ini ada keajaiban," tulis camelia***.
"Terus siapa bu yang cabulin kalau gitu, kasihan banget Ya Allah," timpal hilun***.
"Ka semoga cepat selesai ya masalahnya, om tolongin om @mastercorbuzier," ujar zizayam***.
"@sumargodenny bang tolong bantu viralkan," ekawijaya***.