Aurelie Moeremans Pernah Beri Semangat ke Rebecca Klopper Saat Terjerat Kasus Video Syur
Nama Aurelie Moeremans belakangan ini menjadi sorotan publik setelah buku nonfiksinya berjudul Broken Strings ramai dibicarakan.
Buku yang dibagikan secara gratis dalam format digital ini mengangkat kisah nyata Aurelie sebagai korban child grooming dan hubungan manipulatif yang dimulai ketika ia masih berusia sekitar 15 tahun.
Dalam buku tersebut, Aurelie menyingkap sosok pria dewasa yang memanipulasi hidupnya, yang disamarkan dengan nama “Bobby”.
Baca Juga: Buntut Dukung Aurelie Moeremans, Suami Hesti Purwadinata Diancam Lewat Chat
Sinopsis Broken Strings menggambarkan perjalanan Aurelie yang penuh luka. Hubungan awalnya dengan “Bobby” digambarkan hangat dan penuh perhatian, namun secara perlahan berubah menjadi jeratan kontrol, kecemburuan, dan isolasi sosial.
Aurelie dengan jujur menceritakan pengalaman pahitnya, mulai dari manipulasi emosional, tekanan psikologis, hingga kekerasan fisik, yang meninggalkan bekas mendalam pada kesehatan mentalnya.
Buku Aurelie Berpotensi Masuk Layar Lebar Instagram
Baca Juga: Aurelie Moeremans dan Ibunda Sempat Datangi Komnas PA, Namun Hasil Mediasi Tak Pernah Jelas!
Namun, buku ini juga menyoroti proses pemulihan dan perjuangan Aurelie untuk bangkit dari trauma, memberikan perspektif harapan bagi para korban kekerasan dan manipulasi.
Meski menyimpan luka mendalam, Aurelie tidak pernah berhenti memberikan dukungan kepada orang lain yang mengalami trauma.
Salah satu contohnya adalah dukungannya terhadap Rebecca Klopper, korban penyebaran video pribadi tanpa izin yang viral di media sosial pada Mei 2023. Rebecca melaporkan kasus tersebut ke polisi sebagai pencemaran nama baik dan pelanggaran privasi, yang diduga dilakukan oleh mantan kekasihnya.
Kasus ini menimbulkan dampak psikologis serius bagi Rebecca dan sekaligus menyoroti isu Non-Consensual Intimate Images (NCII) serta fenomena victim blaming di dunia maya.
Aurelie secara personal mengirimkan pesan semangat kepada Rebecca melalui Instagram, yang kemudian dibagikan ulang akun TikTok @randomgirl_______. Dalam pesannya, Aurelie menulis:
“Hi Rebecca, we don't know each other tapi aku cuma mau kasih semangat aja buat kamu. Be strong yah, this too shall pass. You'll be ok, I promise!”
Postingan ini mendapat beragam reaksi netizen yang mengapresiasi empati Aurelie.
Seorang warganet menulis, “Aureli melihat dirinya jika ketika dulu bener-bener foto pribadinya akan disebar, nah itu yang dialami Becca, makanya Aurelie tahu perasaan itu.”
Dukungan Aurelie Untuk Rebecca Klopper Tiktok
Sementara lainnya menambahkan, “PDHL yang paling butuh semangat itu kamu Aurelieee,” dan, “Aku waktu baca Broken Strings juga keinget Becca Kak Aurelie beneran sebaik itu sampai reach out Becca juga karena pasti keinget diri dia dulu, ah sedih banget.”
Melalui Broken Strings dan aksi nyata seperti mendukung Rebecca, Aurelie Moeremans tidak hanya membuka ruang untuk membicarakan trauma pribadi, tetapi juga menunjukkan kepedulian dan keberanian untuk mendukung korban kekerasan, baik fisik maupun digital, di tengah sorotan publik.