Atalia Praratya Prihatin Lihat Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT, Singgung Alarm Bahaya!
Anggota Komisi VIII DPR Fraksi Golkar Atalia Praratya mengaku prihatin dengan kasus anak SD bunuh diri di Ngada, NTT. Menurutnya, kasus tragis itu adalah sebuah alarm untuk semua pihak agar lebih peduli pada kesejahteraan masyarakat.
Keprihatinan Atalia itu diungkapkan sang politisi di akun Instagram pribadinya @ataliapr pada (04/06/2026). Di unggahan itu, Atalia tampak mengunggah beberapa artikel yang memberitakan soal kasus meninggalnya anak SD di NTT.
Diakui mantan istri Ridwan Kamil itu, ia mengaku miris dan prihatin. Menurutnya, kejadian itu adalah alarm bahaya yang harus diperhatikan oleh semua pihak.
Baca Juga: Atalia Praratya Soroti Turunnya Angka Pernikahan Indonesia, Singgung Rumah Tangganya yang Kandas
Ia meminta agar orang-orang tak menganggap kasus itu sebagai persoalan keluarga semata, tetapi tentang dampak besar kemiskinan yang jadi hambatan pendidikan dan tekanan psikis.
Kasus ini tidak boleh dipahami secara parsial sebagai persoalan keluarga semata, melainkan sebagai gambaran kemiskinan yang berdampak pada kerentanan sosial, hambatan pendidikan, sampai pada tekanan psikis yang ternyata dialami oleh anak-anak yang berasal dari daerah dengan tingkat kemiskinan dan keterbatasan layanan dasar yang tinggi.
Baca Juga: Cantiknya Atalia Praratya Pakai Baju Pengantin, Janda Ridwan Kamil Bikin Pangling!
"PRIHATIN SAJA TIDAK CUKUP!! Ini adalah alarm bagi kita semua, jangan sampai adalagi YBS YBS lainnya."
"Kasus ini tidak boleh dipahami secara parsial sebagai persoalan keluarga semata, melainkan sebagai gambaran kemiskinan yang berdampak pada kerentanan sosial, hambatan pendidikan, sampai pada tekanan psikis yang ternyata dialami oleh anak-anak yang berasal dari daerah dengan tingkat kemiskinan dan keterbatasan layanan dasar yang tinggi," tulisnya.
Atalia Praratya Bahas Kasus Anak Sd Di Ntt Bunuh Diri [sumber: Instagram Ataliapr]
Sebagai anggota dewan, Atalia memberikan beberapa langkah yang harus dilakukan pemerintah dan pihak berwenang. Salah satunya adalah memastikan agar bantuan sosial tepat sasaran.
Ia tak ingin kemiskinan berdampak pada pendidikan anak. Selain itu, ia juga tak ingin kasus seperti ini terulang lagi.
"Saya mendorong agar pemutakhiran data kependudukan dan DTSEN dilakukan secara berkala guna memastikan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Selain itu, Sekolah Rakyat (SR) sebagai jaring pengaman pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem perlu diprioritaskan untuk menjangkau wilayah-wilayah paling rentan, khususnya daerah 3T," tulisnya.
Mengetahui hal itu, netizen pun ikut bersedih. Banyak yang meminta agar Atalia selalu vokal dengan masalah di Tanah Air.
Kasus Anak Sd Di Ntt Bunuh Diri [sumber: Instagram Ataliapr]
"Saat "amanah" dalam sebuah jabatan hanyalah sebuah kata tanpa arti... ,' tulis akun @re***.
"Tamparan keras buat bapak presiden," tambah akun @dab***.
"Setuju sama ibu cinta ,, emang bansos selalu salah sasaran banget banget banget," tambah akun @ira***.
Seperti diketahui, seorang anak kelas IV SD berusia 10 tahun dengan inisial YBS ditemukan tewas gantung diri di Ngada, Ia meninggalkan sebuah surat untuk ibunya yang isinya mengungkapkan kekecewaannya kepada ibunya karena dianggap tidak mau membelikan kebutuhan perlengkapan sekolah yaitu buku tulis dan pulpen.