Ari Lasso Sentil Ade Tya 'Bukan Orang Ketiga, Cuma Cari Panggung?'
Polemik yang menyeret nama Ade Tya ke dalam kandasnya hubungan asmara Ari Lasso dan Dearly Joshua mendapat respons tegas dari pihak kuasa hukum.
Hendarsam, selaku pengacara Ari Lasso, meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang liar di media sosial dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pada Rabu (17/12).
Dalam keterangannya, Hendarsam membantah secara mutlak narasi yang menyebut Ade Tya (AT) sebagai pemicu perpisahan kliennya. Ia menegaskan bahwa berakhirnya hubungan Ari dan Dearly tidak memiliki korelasi dengan sosok tersebut.
Baca Juga: Ari Lasso Tepis Isu Ade Tya Orang Ketiga 'Itu Fitnah dan Kegeeran!'
"Saya pastikan kalau Saudari AT mengatakan atau teman-teman media menyangkutkan hal tersebut, itu tidak benar sama sekali. Itu bentuk fitnah dan kegeeran," tegas Hendarsam di hadapan awak media.
Ia menambahkan bahwa klaim kehadiran AT mengganggu hubungan kliennya adalah asumsi yang tidak berdasar, karena pengaruh sosok tersebut tidak se-signifikan itu.
Baca Juga: Tak Terima Diseret Isu Inara Rusli, Virgoun Tegas 'Tolong Pakai Nalar!'
Soroti Sikap Agresif di Media Sosial
Ari Lasso Dan Dearly Joshua [Sumber: Instagram]
Lebih lanjut, pihak Ari Lasso menyayangkan cara Ade Tya merespons situasi. Hendarsam menilai masalah yang bermula dari komunikasi pribadi ini seharusnya dapat diselesaikan secara internal tanpa perlu diumbar ke publik.
Namun, tindakan Ade yang mengunggah tangkapan layar percakapan (chat) ke Instagram Stories hingga melakukan "safari" ke berbagai tempat justru memperkeruh suasana.
Menurut Hendarsam, eskalasi konflik ini terasa janggal dan dipaksakan. "Harusnya kan selesai di situ saja. Nah, ketika itu diperpanjang, stories-nya banyak, habis itu safari ke mana-mana, ya jadi aneh," ujarnya.
Dugaan Motif Panjat Sosial
Melihat pola perilaku tersebut, Hendarsam menduga adanya motif terselubung berupa keinginan untuk menaikkan popularitas atau panjat sosial (pansos).
Ari Lasso [Sumber: Instagram]
Ia menilai wajar jika ada pihak yang berusaha menaikkan "nilai jual" atau derajat sosialnya dengan cara mengaitkan diri pada figur publik sekelas Ari Lasso.
"Siapa sih, mau laki-laki atau perempuan, yang tidak ingin dikaitkan dengan seorang Ari Lasso? Tentunya derajat wanita ini akan naik," tutup Hendarsam.
Pernyataan ini sekaligus menjadi garis batas tegas dari pihak Ari Lasso bahwa drama yang bergulir saat ini lebih didorong oleh sensasi sepihak ketimbang fakta yang sebenarnya.