Gosip

Alami Pengalaman Buruk, WN Prancis Sebut Bali Neraka Dunia, Ini Respons Disbudpar Badung

13 Maret 2026 | 08:20 WIB
Alami Pengalaman Buruk, WN Prancis Sebut Bali Neraka Dunia, Ini Respons Disbudpar Badung
Pura Ulun Danau Bratan Bali [Instagram]

Beberapa hari lalu, beredar di media sosial sebuah video viral dari warga negara (WN) Prancis.

rb-1

WN Prancis yang seorang perempuan itu memberi kritik sangat pedas tentang Pulau Bali yang baru saja ia kunjungi.

Dalam videonya itu, sang WN Prancis menyebut Bali sebagai neraka dunia usai mengalami pengalaman buruk. 

Baca Juga: Davina Karamoy dan Ardhito Pramono Diduga sedang Mesra di Bali, Ini Profil Sang Penulis Lagu

rb-2

Karena pernyataan tersebut, pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Badung langsung merespons.

Melalui videonya, WN Prancis tersebut menyarankan wisatawan lain untuk tidak berlibur ke Bali yang dinilainya sebagai tempat yang mengerikan.

"Percayalah padaku, jangan pernah datang ke Bali. Aku jamin pulau sialan ini adalah neraka di dunia," ujar WN Prancis tersebut dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Komentari Video Dwi Sasetyningtyas, Melaney Ricardo Ingatkan untuk Tak Lupa Jati Diri

WN Prancis Yang Sebut Bali Neraka Dunia 1WN Prancis Yang Sebut Bali Neraka Dunia 1WN Prancis itu mengeluhkan kondisi jalanan di Bali yang dianggapnya sebagai bencana besar, dan sangat merusak kenyamanan. 

Selain masalah jalan, perempuan warga negara asing (WNA) ini mengaku hampir menjadi korban penipuan dan pelecehan seksual saat menukar uang di gerai penukaran uang (money changer).

Ia mengatakan, pengalaman mengerikan itu ia alami sebanyak tiga kali.

"Semuanya rumit di sini, benar-benar mengerikan. Jalan-jalannya hancur total," kata WN Prancis yang belum diketahui identitasnya tersebut.

WN Prancis Yang Sebut Bali Neraka Dunia 2WN Prancis Yang Sebut Bali Neraka Dunia 2WNA perempuan itu juga mengkritik perilaku oknum masyarakat lokal yang menurutnya tidak jujur, meski Bali dikenal mengutamakan konsep spiritualitas yang tinggi. 

Ia merasa kepercayaan terhadap hukum karma di Pulau Dewata tersebut tidak terbukti, karena pengalaman buruk yang ia alami berkali-kali.

"Tiga kali aku menukar uang, tiga kali juga mereka mencoba menipuku. Katanya ini pulau spiritualitas dan karma, tapi persetan dengan karma," lanjutnya dengan nada emosi.

Kekecewaannya berlanjut pada masalah kuliner. Dia menganggap hidangan di Bali membosankan, karena hanya menyuguhkan menu ayam dan nasi setiap harinya.

Kondisi penginapan yang ia tempati pun tak luput dari sasaran kritiknya. Bule perempuan itu mengeluh, karena penginapan tersebut tidak memiliki koneksi internet dan ketersediaan tisu toilet yang minim. 

Meski diakuinya kamar hotel yang ia tempati memiliki desain yang mengagumkan, ia tetap merasa pelayanan yang diberikan sangat mengecewakan.

"Jujur aku sudah tidak tahan lagi, bayangkan masuk kamar tidak ada Wi-Fi dan tidak ada tisu toilet. Cuma ada satu gulungan kosong, apa mereka sedang menertawakanku atau bagaimana?" kata bule perempuan tersebut.

Menanggapi beragam kritik pedas dari WN Prancis itu, Kepala Dinas Pariwisata Badung I Nyoman Rudiarta memberi respons positif.

Ia mengatakan, kritik tersebut harus diambil hikmahnya sebagai bahan evaluasi pemerintah daerah. 

Dia menekankan pentingnya memperbaiki diri sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing di tengah kebebasan bermedia sosial saat ini.

"Nah, kalau kita melihat itu, kita ambil hikmah ya, hikmah positif bagi kita di pemerintah daerah bahwa dengan kebebasan saat ini apalagi di media sosial ya kita harus berbenah diri. Kita harus berbenah diri tetapi kita berbuat sesuai dengan tupoksi kita masing-masing," tutur Rudiarta.

Ia juga berharap, para pemangku kepentingan lainnya turut memberikan pernyataan positif, agar citra pariwisata Bali, terutama Badung, tetap terjaga.

Tag Warga Negara Asing WNA Warga Negara Prancis Prancis Bali Neraka Dunia Pengalaman buruk Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Badung Merespons