Gosip

Aktivis 98 John Tobing Meninggal Dunia, Kepergian sang Maestro Darah Juang Menyisakan Duka

26 Februari 2026 | 11:00 WIB
Aktivis 98 John Tobing Meninggal Dunia, Kepergian sang Maestro Darah Juang Menyisakan Duka
John Tobing [sumber: YouTube Ade Tanesia]

Innaillahi, kabar duka datang dari John Tobing yang meninggal dunia pada Rabu (25/2) malam. Pemilik nama lengkap Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau yang lebih akrab disapa John Tobing meninggal dunia di RSA UGM Yogyakarta.

rb-1

Kepergian pencipta lagu "Darah Juang" dikonfirmasi oleh rekannya, Arie Sujito, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM. Melansir dari laman Instagram ariesujito, maestro "Darah Juang" itu wafat sekitar pukul 20.45 WIB usai menjalani perawatan di RSA UGM sejak pertengahan Desember lalu.

John Tobing meninggal dunia karena stroke yang dideritanya. Terkait pemakaman sang aktivis 98, Arie mengatakan keluarga masih merundingkannya.

Baca Juga: Acara Indosiar Rabu 4 Februari 2026, DA7 Suguhkan Konser Penuh Makna Iwan Fals Sang Maestro

rb-2

Kabar duka yang tersiar melalui akun Instagram Arie Sujito itu pun ramai komentar duka dari netizen. Tidak sedikit dari netizen yang mengirimkan ungkapan duka atas kepergian sosok yang melahirkan himne abadi Gerakan Reformasi 1998 itu.

"Darah juangnya terus mengalir," tulis dianasasa.

Baca Juga: Kronologi Anak di Sukabumi Disiksa Ibu Tiri Disuruh Minum Air Panas hingga Meninggal Dunia

"Selamat jalan komandan! Api ini tidak pernah padam," balas buddy_tbk***.

"Fisik memang fana, namun karya tetap abadi. RIP bung," ujar sang_pengutip.

"Terima kasih, Bung! Karyamu telah menemani perjuangan kami. Rest in Peace," ungkap m.ayyyub_.

John Tobing Meninggal Dunia [Sumber: Instagram]John Tobing Meninggal Dunia [Sumber: Instagram]

Berikut adalah sedikit informasi tentang sosok John Tobing. Berkolaborasi dengan Dadang Juliantara, maestro John Tobing menciptakan lagu "Darah Juang" sekitar tahun 1991-1992 di Yogyakarta.

Ia juga dikenal sebagai aktivis yang sukses menciptakan lagu perjuangan. Lirik dan melodi lagu "Darah Juang" ciptaannya begitu menggambarkan solidaritas, semangat yang membara, dan perlawanan terhadap penindasan yang dialami oleh rakyat kecil.

Pria alumnus Fakultas Filsafat UGM angkatan 1986 itu tak hanya sebagai aktivis, tapi juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PDI Perjuangan Riau. Pria kelahiran 1 Desember 1965 di Binjai, Sumatra Utara itu telah menikah dengan wanita bernama Dona dan memiliki tiga orang anak.

John Tobing merupakan anak dari pasangan Hakim Mangara Lumbantobing dan Adelina Sinaga. Ia merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara.

Ayah John Tobing merupakan seorang PNS hakim, sehingga keluarganya kerap diboyong pindah karena mutasi. Kecintaan John Tobing pada musik ada sejak kelas 5 SD. Saat kuliah di Yogyakarta, John mendirikan Biro Pembelaan Hak Mahasiswa Filsafat (BPHMF) dan dari sanalah ia makin aktif menjadi aktivis.

John Tobing Menyanyikan Darah Juang [Sumber: Youtube Ade Tanesia]John Tobing Menyanyikan Darah Juang [Sumber: Youtube Ade Tanesia]

John pernah terlibat aksi jalanan seperti, gerakan solidaritas Waduk Kedung Ombo (1989-1991). Bahkan, John Tobing pernah menjabat sebagai wakil ketua dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY).

Berikut adalah lirik lagu "Darah Juang" - John Tobing

Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Tanah kami subur tuan

Di negeri permai ini
Berjuta Rakyat bersimbah rugah
Anak kurus tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Tuk bebaskan rakyat

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami berjanji

Selamat jalan sang maestro "Darah Juang", damai di surgaNya. 

Tag maestro Darah Juang John Tobing aktivis 98 stroke meninggal dunia duka