Siapa HRA? Oknum Habib Diduga Tiduri Istri Orang di Kalibata, Modusnya Terkuak
Jagat media sosial kembali digegerkan oleh pengakuan berani dari seorang wanita bernama Ratu Qori. Dalam tayangan podcast dr. Richard Lee yang diunggah pada Selasa (6/1/2026), Qori secara terbuka mengaku telah menjalin hubungan terlarang dengan seorang oknum pendakwah berinisial HRA.
Kasus ini bermula dari kekaguman Qori terhadap sosok sang Habib yang saat itu direkomendasikan oleh mantan suaminya. Oknum HRA dikenal memiliki gaya ceramah yang tegas dan basis massa yang kuat di Cirebon. Interaksi keduanya berawal dari pesan Instagram untuk menanyakan jadwal kajian, yang kemudian berlanjut pada kesepakatan untuk bertemu.
Pertemuan tersebut terjadi pada 9 Juni 2024 di sebuah restoran hotel di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Qori yang datang jauh-jauh dari Serang, Banten, mengaku kecewa karena ternyata tidak ada acara kajian umum seperti yang ia bayangkan, melainkan hanya pertemuan empat mata.
Baca Juga: 7 Tahun Menunggu, Bani Resmi Nikahi Dissa dengan Mahar Fantastis
Situasi semakin pelik ketika pertemuan berlarut hingga malam hari. HRA menawarkan sebuah kamar hotel agar Qori bisa beristirahat, dengan dalih dirinya akan pulang. Namun, Qori dikejutkan ketika sang Habib tiba-tiba masuk kembali ke kamar tersebut menggunakan akses kunci lain.
"Tiba-tiba dia masuk... Kaget aku kok bisa masuk? Terus dia megang aksesnya lagi. Mungkin ada yang dapat dua kunci ya," ungkap Qori.
Baca Juga: Ratu Qori Bongkar Trik Oknum Habib HRA, Berawal Modus 'Jalur VIP' Kajian
Di dalam kamar itulah dugaan tindakan asusila terjadi. Qori menceritakan bahwa dirinya sempat menolak ajakan fisik tersebut, namun merasa tidak berdaya di hadapan sosok yang dianggapnya "cucu Nabi". Ia menggambarkan kondisinya saat itu seperti orang yang terpaku (freeze).
"Dia nyium kening aku terus direbahin. Akhirnya ya udah terjadi dan ya aku nge-freeze aja," ujar Qori .
"Aku tuh dibujuk rayu kayak terhipnotis gitu, mungkin karena selama 9 jam ketemu itu ya terjadi aja," tambahnya.
Cuplikan Ratu Qori Buka Suara Di Podcast Dr Richard Lee [Sumber: Youtube]
Selain tekanan psikologis, Qori mengaku adanya iming-iming materi yang membuat pertahanannya runtuh. Oknum HRA menjanjikan masa depan yang terjamin jika Qori bersedia menuruti kemauannya dan berpisah dari suaminya saat itu.
"Karena pertama diiming-iming mau dinikahin sama modal usaha. Itu pertama," jelas Qori.
Dampak dari kejadian di hotel Kalibata tersebut sangat fatal. Mantan suami Qori yang mencium gelagat perselingkuhan akhirnya mengetahui kejadian tersebut. Merasa sangat bersalah, Qori meminta talak dan rumah tangganya pun hancur berantakan.
"Aku hancur Dok, anak-anakku masih kecil akhirnya kan kehilangan sosok ayah... Yang sangat memberatkan aku nih udah dicap sama keluarga besarnya aku tuh seorang pezina," tutur Qori.
Kasus ini sempat dilaporkan ke Polda pada tahun 2024 atas dugaan perzinahan, namun Qori merasa proses hukumnya berjalan lambat. Sebaliknya, ia justru dilaporkan balik oleh pihak HRA di Cirebon atas tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah.
Menanggapi cerita tersebut, dr. Richard Lee berusaha menempatkan diri di posisi netral. Dokter yang juga influencer ini menegaskan bahwa ia tidak membenarkan perilaku oknum pemuka agama tersebut, namun juga mengingatkan Qori akan andil kesalahannya sendiri.
"Saya tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh oknum Habib tersebut. Menurut saya walaupun kamu yang merayu sekalipun, dia melakukan itu pun juga salah," tegas dr. Richard Lee.
Ratu Qori Buka Suara Pernah Ditiduri Oknum Habib Hra Di Podcast Dr Richard Lee [Sumber: Youtube]
Namun, dr. Richard juga memberikan pandangan kritisnya terhadap keputusan Qori. "Tapi saya juga tidak melihat apa yang kamu lakukan juga benar. Sebagai wanita yang istri orang, harusnya sih kamu enggak mau satu ruangan dengan dia bertemu berdua," tambah dr. Richard.
"Kamu juga punya opsi untuk menolak hal tersebut atau menerima hal tersebut. Tapi padahal pada hari itu kamu menerima keputusan tersebut," pungkas dr. Richard.
Tujuan utama Qori membuka aib ini ke publik adalah agar tidak ada lagi wanita yang menjadi korban manipulasi berkedok agama. Ia berharap oknum HRA mengakui kesalahannya dan berhenti menggunakan statusnya untuk memperdaya jemaah wanita.
Hingga berita ini diturunkan, warganet masih terus memburu identitas asli dari inisial HRA. Belum ada klarifikasi resmi dari pihak terlapor terkait tuduhan serius yang kini menjadi konsumsi publik tersebut.