Raffi Ahmad Foto Bareng Haji Isam Dikritik: Bilang ke Dia A, Hutan Papua Jangan Diapa-apain
Presenter dan selebritas ternama Raffi Ahmad kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, bukan karena aktivitas entertainnya, melainkan karena unggahan media sosialnya yang ditujukan kepada pengusaha Haji Andi Syamsuddin Arsyad atau akrab disapa Haji Isam.
Unggahan tersebut justru memantulkan reaksi keras dari warganet yang menyoroti isu lingkungan terkait sang pengusaha.
Dalam foto yang diunggah pada Sabtu (3/1/2025), Raffi terlihat berdampingan dengan Haji Isam, seorang pengusaha asal Kalimantan yang dikenal luas sebagai "crazy rich" dengan pengaruh besar di sektor pertambangan dan perkebunan.
Baca Juga: Kisah Ariel NOAH Takut Sarapan saat Nginap di Hotel Rp 80 Juta Per Malam, Gegara Raffi Ahmad?
Raffi menuliskan ucapan selamat ulang tahun yang penuh hormat.
"Selamat ulang tahun, Pak Haji Sam. Semoga selalu diberi umur panjang, kesehatan, dan keberkahan," tulis Raffi dalam keterangan foto tersebut. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih, "Terima kasih atas inspirasi dan kebaikan yang terus mengalir untuk banyak orang."
Baca Juga: Raffi Ahmad Donasi Rp50 Juta, Diding Boneng Berharap Dapat Lebih!
Haji Isam. [Instagram]
Namun, niat baik Raffi tersebut tidak diterima dengan positif oleh sebagian besar warganet. Alih-alih mengikuti ucapan selamat, kolom komentar justru dibanjiri kritik pedas, sindiran, dan ekspresi kekhawatiran yang berpusat pada isu kerusakan lingkungan.
Banyak netizen secara langsung menghubungkan figur Haji Isam dengan praktik pembabatan hutan, khususnya di wilayah Papua, yang belakangan menjadi perhatian aktivis lingkungan.
Akun @mayerichest menyindir dengan keras, "Selamat ultah pembabat hutan Papua. Semoga makin luas wilayahnya."
Sementara itu, @egiiinn menitipkan pesan melalui Raffi, "Bilang ke beliau A, tanah di Papua jangan diapa-apain."
Haji Isam dan Putrinya. [Instagram]
Kekhawatiran akan pola yang sama terjadi di berbagai wilayah Indonesia juga disuarakan. Akun @rtnn__28 mengingatkan, "Hutan Papua OTW Gundul sama seperti Hutan Sumatera dan Kalimantan."
"Makin jelas yg diomongin panji waktu stand up kemarin," tulis lainnya.
"Banjir kritikan lanjut pos sama keluarga biar meng cover hujatan,alurnya udah apal," sahut lainnya.
Kritik tersebut bukan tanpa sebab. Perusahaan Haji Isam, melalui PT Jhonlin Group, diduga sebagai salah satu penggarap Proyek Strategis Nasional (PSN) Merauke, yakni pengembangan pangan dan energi di Merauke, Papua. Namun proyek ini memicu konflik dengan masyarakat adat karena dugaan penggusuran wilayah adat untuk pembangunan infrastruktur.