Podcast Lama Densu Viral Lagi, Berbahaya Narkoba atau Selingkuh? Ini Penjelasan dr. Aisyah Dahlan
Terhitung dari tahun 2025 kemarin hingga di tahun ini, kasus perselingkuhan masih mendominasi wajah media sosial Tanah Air.
Perselingkuhan yang sedang marak ini, tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat awam, tapi telah merambah ke area perkantoran, perusahaan, pendidikan, bahkan lingkungan pejabat negara.
Menyoroti fenomena perselingkuhan yang merebak seperti jamur, meski diberantas bisa tumbuh lagi dengan cepat, Denny Sumargo (Densu) membahasnya bersama dr. Aisyah Dahlan.
Baca Juga: Diterpa Kasus Selingkuh, Mental Inara Rusli Tertekan dan Kehilangan Kontrak Kerja
Sekitar dua tahun yang lalu, Denny Sumargo (Densu) pernah mengundang dr. Aisyah Dahlan, psikolog remaja dan keluarga untuk datang ke podcasts-nya.
Dalam rekaman video podcast yang kini viral lagi, Densu menanyakan satu hal yang lebih spesifik, yaitu lebih berbahaya mana antara narkoba dan selingkuh.
Baca Juga: Kronologi Perselingkuhan Aditya Triantoro Pendiri Nussa Rara hingga Pecat Istri dari Perusahaan
Dalam penjelasannya, dr. Aisyah Dahlan mengatakan, sebenarnya keduanya berbahaya, tapi narkoba masih bisa direhabilitasi, karena memang disediakan tempat pemulihannya.
Dr Aisyah Dahlan Di Podcast Densu 2 Tahun Lalu [Youtube]Namun untuk selingkuh, menurut dr. Aisyah Dahlan belum ada cara atau pun tempat untuk memulihkannya.
"Dua-duanya bahaya, cuma kalau narkoba sudah ada tempat rehabilitasinya, selingkuh yang belum ada tempat rehabilitasinya," ujar dr. Aisyah Dahlan yang disambut dengan tawa lucu olehnya dan juga Densu.
dr. Aisyah Dahlan menjelaskan, narkoba sama berbahayanya dengan penyimpangan lainnya seperti pornografi, selingkuh, maupun LGBT.
Densu Saat Dalam Podcastnya 2 Tahun Lalu Bersama Dr Aisyah Dahlan [Youtube]Tapi untuk narkoba, ditegaskan lagi oleh dr. Aisyah Dahlan, sudah ada undang-undang dan tempat rehabilitasinya, jadi pemulihannya telah sesuai jalur yang ditetapkan.
"Sama, narkoba dengan penyimpangan lain sama-sama bahayanya," tutur dr. Aisyah Dahlan.
"Pornografi kah, LGBT kah, tapi narkoba sudah ada undang-undangnya, sudah ada rehabilitasinya, jadi untuk pemulihannya sudah ada jalurnya," lanjutnya.