Gosip

Pandji Diultimatum 14 Hari, Dharma Pongrekun Pilih Ajak Diskusi

13 Januari 2026 | 23:26 WIB
Pandji Diultimatum 14 Hari, Dharma Pongrekun Pilih Ajak Diskusi
Dharama (Youtube)

Pementasan stand-up comedy terbaru Pandji Pragiwaksono kembali menyeret namanya ke pusaran kontroversi. Lewat materi bertajuk Mens Rea, Pandji tak hanya menyentil isu sensitif seputar pertambangan dan kebebasan berpendapat, tetapi juga menyinggung figur politik Dharma Pongrekun yang justru memicu reaksi berlapis dari pendukung hingga tokoh yang disebutkan langsung.

rb-1

Menariknya, ketegangan publik justru tidak datang dari pihak yang disinggung Pandji secara personal, melainkan dari barisan pendukung yang merasa tersulut lebih dulu.

Pendukung Bereaksi Keras, Ultimatum 14 Hari Menggema

Baca Juga: Diminta Adil, Deddy Corbuzier Bongkar Chat 'Orang Penting' Desak Undang Paslon Dharma-Kun

rb-2

Sejumlah simpatisan Dharma Pongrekun melayangkan somasi terbuka terhadap Pandji. Mereka menilai materi Mens Rea telah melewati batas satire dan berubah menjadi penghakiman terhadap pilihan politik masyarakat.

Pandji pun dituntut untuk menyampaikan klarifikasi terbuka dalam kurun waktu 14 hari. Langkah tersebut sontak memicu perdebatan publik.

Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin Agen Elite Global? Dharma Pongrekun Bongkar Data Mengejutkan!

Sebagian warganet mendukung jalur hukum sebagai bentuk kontrol etika, sementara lainnya menilai hal itu sebagai ancaman serius bagi kebebasan berekspresi, khususnya di ranah seni dan komedi.

Polemi kian membesar karena Pandji sebelumnya juga sempat dilaporkan oleh kelompok pemuda berlatar organisasi masyarakat, membuat Mens Rea dinilai sebagai panggung komedi paling “berisiko” di awal 2026.

Dharma Pongrekun Justru Santai dan Merasa Diuntungkan

Di saat pendukungnya bersikap keras, respons Dharma Pongrekun justru berbanding terbalik. Mantan calon Gubernur DKI Jakarta itu mengaku sama sekali tidak tersinggung atas candaan Pandji yang menyebut dirinya “agak kurang” dalam pembukaan pertunjukan.

Sebaliknya, Dharma mengaku bangga dan merasa diuntungkan karena namanya disebut sejajar dengan tokoh-tokoh nasional lain.

“Siapa saya sebenarnya? Tapi nama saya disandingkan dengan Presiden Prabowo, Wapres Gibran, dan Pak Jokowi. Itu berkah,” ujar Dharma dengan nada santai.

Menurutnya, penyebutan nama dalam panggung komedi justru menjadi bentuk promosi gratis yang tak perlu dipermasalahkan.

Teori Kontroversial COVID dan Ajakan Diskusi Terbuka

Meski tidak tersinggung, Dharma tetap memberi catatan kritis terhadap sebagian materi Pandji, terutama soal sikapnya terhadap pandemi COVID-19. Dalam pertunjukan tersebut, Pandji sempat menyindir pandangan Dharma yang dikenal skeptis terhadap virus corona.

Menanggapi hal itu, Dharma tidak menunjukkan kemarahan, melainkan menyampaikan keinginannya untuk berdiskusi secara langsung. Ia kembali menegaskan teori kontroversialnya bahwa COVID-19 bukan sekadar virus.

“COVID itu singkatan dari Certificate of Vaccine Identification Digital, sistem berbasis AI untuk percepatan digitalisasi,” klaimnya. Menurut Dharma, pandemi hanyalah pintu masuk menuju perubahan global berbasis teknologi.

Alih-alih menggiring persoalan ke ranah hukum, Dharma justru berharap bisa duduk bersama Pandji untuk berdialog secara terbuka dan saling melengkapi sudut pandang.

Akankah Pandji Merespons Undangan Ini?

Pandji Pragiwaksono (Instagram Pandji Pragiwaksono)Pandji Pragiwaksono (Instagram Pandji Pragiwaksono)

Kini publik menanti respons Pandji Pragiwaksono. Apakah ia akan memenuhi ajakan diskusi langsung dengan Dharma Pongrekun, atau memilih fokus menghadapi tekanan hukum dari kelompok pendukung?

Satu hal yang pasti, Mens Rea telah menjelma bukan sekadar pertunjukan komedi, melainkan arena perdebatan besar antara kebebasan berekspresi, politik, dan batas satire di Indonesia pada awal 2026.

Tag Pandji Pragiwaksono Mens Rea somasi Pandji Dharma Pongrekun