Film

Avatar Terlalu Mahal? James Cameron Akui Terbebani Garap Film ke-4 dan ke-5

19 Januari 2026 | 21:11 WIB
Avatar Terlalu Mahal? James Cameron Akui Terbebani Garap Film ke-4 dan ke-5
Avatar 4. (variety)

Waralaba Avatar garapan sutradara kenamaan James Cameron kembali menegaskan dominasinya di industri perfilman global. Hingga saat ini, Avatar tercatat sebagai waralaba film terlaris di dunia, berkat kesuksesan dua sekuelnya, Avatar: The Way of Water dan Avatar: Fire and Ash, yang berhasil merajai box office internasional.

rb-1

Khusus Avatar: Fire and Ash, film ini mencatatkan pencapaian luar biasa dengan pendapatan mencapai US$1,3 miliar atau sekitar Rp18,8 triliun hanya dalam beberapa minggu pertama penayangannya.

Angka tersebut menjadi bukti kuat bahwa daya tarik dunia Pandora masih sangat besar di mata penonton global. Namun, di balik pendapatan fantastis tersebut, tersimpan tantangan besar berupa biaya produksi yang juga tak kalah mencengangkan.

Baca Juga: Sinopsis Film We Bury The Dead: Teror Zombie Baru dari Sutradara Zak Hilditch

rb-2

Setiap film Avatar diketahui menelan biaya produksi hingga US$400 juta atau sekitar Rp6,76 triliun. Anggaran yang sangat besar ini membuat Avatar “wajib” menjadi film terlaris dunia agar dapat mengembalikan modal dan menghasilkan keuntungan.

Avatar The GuardianAvatar The Guardian

Konsekuensinya, James Cameron berada di bawah tekanan besar untuk memastikan setiap sekuel Avatar selalu sukses secara komersial.

Baca Juga: Heboh! Film Netflix TYGO Dibintangi Lisa BLACKPINK Dikabarkan Syuting di Bandung

Tekanan tersebut semakin terasa ketika Cameron bersiap menggarap Avatar ke-4 dan ke-5. Sang sutradara tak menampik bahwa biaya produksi Avatar: Fire and Ash tergolong sangat mahal. Bahkan, ia sempat mengungkapkan kemungkinan memangkas biaya produksi untuk film keempat dan kelima, terutama setelah memastikan perekrutan aktris peraih Oscar, Michelle Yeoh.

Menurut Cameron, memproduksi film dengan biaya fantastis di tengah kondisi industri perfilman yang sedang lesu merupakan beban luar biasa.

Dalam wawancaranya dengan TVBS News, ia menyatakan, “Michelle Yeoh sudah pasti akan ada di film ke-4, jika kami jadi membuat film ke-4. Masalahnya begini: industri film sedang lesu saat ini. Avatar 3 memakan biaya yang sangat besar. Kami harus meraih hasil yang bagus agar bisa lanjut.”

Pernyataan tersebut menunjukkan betapa besarnya tanggung jawab yang harus dipikul Cameron. Ia merasa terbebani dengan ekspektasi agar film Avatar selalu merajai daftar film terlaris dunia, terlebih ketika kondisi industri perfilman global tidak sedang berada pada puncaknya.

Meski demikian, Cameron berharap kehadiran Michelle Yeoh dapat menjadi daya tarik tambahan yang membuat film Avatar semakin disukai dan laris di pasaran.

“Kami harus sukses, dan kami perlu memikirkan cara bagaimana membuat film-film Avatar dengan biaya yang lebih murah agar bisa terus berlanjut,” ujar Cameron.

Ia juga menjelaskan bahwa jika proyek Avatar ke-4 dilanjutkan, maka proses produksi film ke-4 dan ke-5 akan dikerjakan secara bersamaan, seperti yang pernah dilakukan pada film ke-2 dan ke-3.

Avatar 3. (Instagram)Avatar 3. (Instagram)

Cameron menambahkan bahwa Avatar ke-4 dan ke-5 akan menjadi satu rangkaian cerita besar yang saling terhubung. Dalam dua film tersebut, Michelle Yeoh dipastikan akan tampil sebagai karakter Na’vi bernama Paktu'eylat melalui teknologi performance capture. “Dia akan menjadi seorang Na’vi,” tutup Cameron.

Dengan ambisi besar, biaya produksi yang fantastis, serta tekanan untuk terus meraih kesuksesan global, masa depan waralaba Avatar menjadi pertaruhan besar bagi James Cameron. Namun, jika melihat rekam jejak dan capaian sejauh ini, dunia Pandora tampaknya masih akan terus memikat penonton di seluruh dunia.

Tag Avatar James Cameron film biaya produksi